PLN Riau Belum Tahu Modus Penggergajian Tower
Jumat, 16 Feb 2007 19:28 WIB
Pekanbaru -
PLN wilayah Riau masih belum dapat memastikan modus kasus rubuhnya tower transimisi di Kampung Sakai, Kecamatan Duri, Riau, apakah pencurian murni atau ada indikasi sabotase."Kalau saya ditanya soal sabotase, mungkin saja iya, mungkin saja tidak. Namun sampai saat ini kita masih mengindikasikan ini soal pencurian," kata Manajer Teknik PLN wilayah Riau Tagor Sijabat saat dihubungi detikcom, Jumat (16/2/2007).Tagor menjelaskan, pihaknya masih belum dapat berspekulasi penyebab rubuhnya tower tersebut. PLN pun bekerja sama dengan Polda Riau untuk menyelidiki kasus ini."Kita melihat pelakunya ini cukup mahir, karena mereka bisa selamat dan menghindar dari rubuhnya tower tersebut," ujarnya.Tagor mengungkapkan, dalam kurun 2001-2005, sudah ada 10 kasus pencurian komponen listrik di wilayah Riau. Sasaran utamanya adalah kawat penghantar arus di bagian atas yang terbuat dari alumunium.Sedangkan untuk pencurian komponen tower transimisi dengan kekuatan 150 KV, kejadian ini baru pertama kali. "Tidak tahu pasti apa sasaran utamanya dalam aksi pencurian ini, tapi memang ada beberapa komponen misalnya besi baja yang mahal yang terpasang pada ujung transimisi. Mungkin inilah yang menjadi sasaran pencurian tersebut," tuturnya.
(ary/ary)










































