Program Lahan Gambut Tak Lagi Sejuta Hektar

Program Lahan Gambut Tak Lagi Sejuta Hektar

- detikNews
Jumat, 16 Feb 2007 17:05 WIB
Program Lahan Gambut Tak Lagi Sejuta Hektar
Jakarta - Program ambisius Sejuta Hektar Lahan Gambut yang lama terbengkalai, menimbulkan dampak lingkungan. Mencegah kerusakan parah, pemerintah akan melakukan rehabilitasi dan revitalisasi dengan target lebih realisitis. Sebanyak 80 persen dari 1,1 juta hektar lahan gambut di Kalimantan Tengah itu, akan dikonservasi ekosistemnya untuk dikembalikan pada kondisi awal. Sedangkan yang akan jadi lahna pertanian sawah hanya seluas 0,3 juta hektar saja. "Kerangka waktu pengembangan kawasan pertanian, dalam tiga tahun kita harap ada hasil signifikan. Untuk total konservasi dan rehabilitasi, kita harap selesai lima tahun," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Rencana yang ia sampaikan pada wartawan merupakan hasil rapat koordinasi terbatas Jumat (16/2/2007) sore ini di Kantor Presiden, Jakarta. Rapat diikuti antara lain oleh Wapres Jusuf Kalla, Gubernur Kalteng Teras Narang, Menko Perekonomian Budiono, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menko Polhukam Widodo AS, Menkeu Sri Mulyani, Mendagri M. Ma'ruf, dan Mentan Anton Apriantono. Bersamaan dengan pelaksanaan konservasi dan pencetakan lahan sawah, akan digelar program transmigrasi ke wilayah tersebut. Datangnya tenaga-tenaga pertanian baru itu, diharapakan Kalteng pada waktunya nanti setidaknya bisa lakukan swasembada pangan untuk wilayahnya senidir. Untuk terpadunya rencana dan pelaksanaan program ini, sebuah tim nasional akan segera dibentuk. Sedangkan sebagai payung hukum percepatan pelaksanaannya, akan diterbitkan Inpres yang secara rinci mengatur sasaran, tujuan, dan sumber pendanaannya. "Inpres ini lebih bersifat bottom up. Sasaran yang kuantitatif berangkat dari rumusan gubernur. Saya ingin dokumenenya terbuka, sehingga semua pihak bisa mengukur kemajuannya," sambung Kepala Negara. (lh/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads