Abdullah Badawi: Peraturan Baru Demi Kebaikan TKI

Laporan dari Malaysia

Abdullah Badawi: Peraturan Baru Demi Kebaikan TKI

- detikNews
Jumat, 16 Feb 2007 17:05 WIB
Putra Jaya - Pemerintah Malaysia akan memperketat peraturan mengenai tenaga kerja asing yang bekerja di Malaysia. Tenaga kerja asing yang tidak berizin, termasuk tenaga kerja Indonesia (TKI) akan diperlakukan tegas. Ini demi kebaikan TKI. "Kita akan pastikan pekerja-pekerja dari Indonesia datang dengan izin. Ini yang jadi masalah, karena banyak yang tanpa izin. Ini demi kebaikan pekerja dari Indonesia," kata Perdana Menteri (PM) Malaysia Abdullah Ahmad Badawi dalam pertemuan dengan pimpinan media dari Indonesia di Kantor Keselamatan Dalam Negeri, Putra Jaya, Malaysia, Jumat (16/2/2007). Saat itu, Pak Lah - demikian Badawi disapa - ditanya mengenai kabar bahwa Malaysia akan memperbarui peraturan untuk memperketat pekerja-pekerja asing, termasuk Indonesia. Untuk diketahui, ribuan tenaga kerja dari Indonesia bekerja di Malaysia. Selain bekerja di perkebunan kelapa sawit, juga banyak yang bekerja di proyek-proyek infrastruktur, seperti pembangunan perumahan, perkantoran, dan juga jalan. Menurut Pak Lah, bila tenaga kerja asing datang ke Malaysia tanpa izin, maka mereka akan terus dilanda ketakutan. "Paspor-paspor mereka simpan. Ini ditakutkan nantinya mereka akan dieksploitasi," ujar Pak Lah seperti dilaporan wartawan detikcom Arifin Asydhad dari Putra Jaya, Malaysia. Pak Lah sudah mendengar ada sebagian pengamat yang mempermasalahkan peraturan baru ini. Namun, kata Pak Lah, semua pihak harus melihat hal ini sebagai pendekatan untuk mengurus tenaga-tenaga kerja dari Indonesia agar semakin baik. Soal TerorismeDalam pertemuan itu, Pak Lah juga ditanya mengenai penanganan terorisme, termasuk kasus buron terorisme nomor satu di Indonesia, Noordin Moh Top. Menurut Pak Lah, Malaysia sudah melakukan kerja sama dengan intelijen dan kepolisian Indonesia untuk menangani kasus terorisme. Di dalam negeri Malaysia sendiri, Pak Lah mengaku pihaknya terus melakukan pemberantasan terorisme. Antara lain dengan melakukan pendekatan-pendekatan kepada kelompok-kelompok tertentu bahwa jalan terorisme merupakan jalan yang tidak baik. (asy/asy)


Berita Terkait