Basri Dipamerkan di Mabes Polri
Jumat, 16 Feb 2007 15:34 WIB
Jakarta - Polri akhirnya memamerkan DPO alias buronan utama kasus Poso, Basri, dan Tugiran kepada wartawan. Keduanya tersangka pelaku penembakan, pembunuhan dan kekerasan.Meski tindak kejahatannya terhitung kejam, Basri masih berharap tidak dijatuhi hukuman mati."Saya minta keringanan. Saya hanya disuruh. Hukuman mati hanya takdir dari Allah," ujar pria berambut ikal itu di gedung Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (16/2/2007).Saat dipamerkan, Basri mengenakan kaos abu-abu dan celana panjang warna krem. Di tangan kirinya bergambar tato yang menyebar di beberapa tempat.Basri juga meminta agar temannya yang masih buron menyerahkan diri, karena sangkaan mereka tentang perlakuan kejam dari aparat ternyata tidak terbukti."Poso cukup kita saja yang membayar dengan tertangkap. Saya meminta maaf telah membuat resah," kata Basri.Menurutnya, apa yang dilakukannya selama ini karena doktrin-doktrin dari para ustad yang mengajarkan dia dan teman-temannya melawan pemerintah dan polisi, serta membunuh orang kafir."Kita sempat bermaksud hendak menyerahkan diri, tapi dipanggil ustad-ustad dan dibilang haram hukumnya menyerahkan diri kepada musuh Allah,' ujar dia.Basri yang awalnya mengaku bergabung kepada kelompok sipil bersenjata hanya untuk belajar mengaji, akhirnya dilatih perang. Dia juga dibekali senjata jenis UZI, M16, dan SSK. "Saya tidak tahu dapat senjata dari mana, saya hanya dikasih Icang (DPO lain)," katanya.Saat berbuat kerusuhan, dia mengaku telah mendapat doktrin-doktrin dari ustad. Selain itu, beberapa keluarganya yang meninggal akibat kerusuhan Poso membuat emosinya langsung memuncak untuk membalas dendam.Hal senada juga disampaikan Tugiran. Pemuda yang mengaku komandan 'anak bebek' di Poso yang mengepalai 7 pemuda, juga meminta agar teman-temannya menyerahkan diri.Dia juga mengaku tidak tahu adanya bungker perlindungan yang dibuat teman-temannya. "Ya saya dengar memang ada bungker, tapi saya tidak tahu itu. Saya juga meminta teman-teman yang masih di luar untuk menyerahkan diri," katanya.
(umi/sss)











































