Tabrani Nembak KTP Seharga Goban
Jumat, 16 Feb 2007 12:10 WIB
Jakarta - Tabrani Ismail memang lihai. Untuk bisa membuat KTP palsu, perantara mantan Direktur Pertamina ini harus mengaku dia sedang sakit keras. KTP itu 'ditembaknya' dengan harga murah, Rp 50.000."Saya hanya terima uang segitu-gitunya dari perantaranya, Pak Yudi," ungkap Jayadi, Ketua RT 02 RW 02, Kelurahan Cimpaeun, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, kepada detikcom, Jumat (16/2/2007).Dalam KTP palsu yang ditunjukkan Tabrani saat ditangkap, terungkap dia beralamat di RT 02 RW 02, Kelurahan Cimpaeun, Depok, Jawa Barat. KTP itu dikeluarkan pada Oktober 2006 dan ditandatangi Lurah Cimpaeun AS Rizal. Diakui Jayadi, Tabrani memang tidak tinggal di wilayah kekuasaannya. Dia tidak tahu Tabrani tinggal di mana selama ini. Apalagi sewaktu ditawari membuat KTP Tabrani, dia sedang berkunjung ke rumah temannya di daerah Pabuaran, Cibinong."Saya memang kenal Pak Yudi sebelumnya, 3-4 kali pernah ketemu. Dia minta saya membuatkan KTP untuk bosnya yang sedang sakit parah, Pak Putra. Pak Putra ini, katanya, butuh KTP untuk membuat paspor supaya bisa berobat ke Singapura," beber pria jangkung itu.Atas dasar nilai kemanusiaan, Jayadi mengaku tidak keberatan dengan permintaan Yudi. "Kalau saya tahu dia buronan, saya pasti nggak akan bantu. Saya benar-benar kaget begitu tahu dia buronan. Saya takut dituduh menyembunyikan," ujarnya.Sejak tertangkapnya Tabrani, Jayadi mengaku 'sibuk' dimintai keterangan pihak kelurahan dan kepolisian. Dia juga sempat membuat pernyataan mengenai kasus tersebut. Ini belum termasuk wartawan yang bolak-balik menanyainya.RT TerkecohSementara Lurah Cimpaeun AS Rizal tidak bisa ditemui di kantornya. Rizal tidak masuk kantor sejak dua minggu lalu karena sakit vertigo yang dideritanya. Hanya Kasi Perekonomian Kelurahan Cimpauen Ellys Sutisna yang bisa dimintai keterangan. Menurut Ellys, pada dasarnya pembuatan KTP dilakukan atas permintaan warga dengan surat pengantar dari RT. "Dalam kasus ini, RT mungkin terkecoh. Kita sendiri prosedurnya jelas. Kita nggak mungkin mendatangi masing-masing rumah, RT yang tahu kondisinya. Kita di sini melayani sesuai aturan," tutur Ellys.Ellys menduga pihak RT bersedia memberikan surat pengantar pembuatan KTP Tabrani karena mengedepankan sisi kemanusiaan. "Alasan yang disampaikan kan sensitif sekali, sakit keras," katanya.Ellys mengaku pihaknya belum dikontak kepolisian dan kejaksaan terkait KTP palsu Tabrani. Namun untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Sekretaris Kelurahan Hamid berinisiatif melaporkan hal ini camat dan pihak terkait lainnya.Selanjutnya Ellys menyerahkan masalah ini kepada pihak yang berwenang.
(umi/nrl)











































