FSPI: Harga Beras Naik Karena Harga BBM Naik
Jumat, 16 Feb 2007 07:09 WIB
Jakarta - Harga beras belakangan hari ini melonjak naik tidak terkendali. Operasi Pasar (OP) yang dilakukan Bulog dinilai Federasi Serikat Petani Indonesia (FSPI) sebagai tindakan kalap."Pemerintah lupa, bahwa ongkos angkut, ongkot penggilingan dan operasional lainnya meningkat sejak harga BBM naik sekitar 126 persen dan harga pupuk yang naik sejak Mei 2006 lalu," ujar Sekjen FSPI Henry Saragih dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (16/2/2007).Henry menambahkan, harga beras yang tinggi juga dipicu ulah pengusaha beras. Harga gabah kering panen (GKP) di Karawang saat ini sekitar Rp 2.500/kg, maka seharusnya harga beras paling mahal sekitar Rp 3.800/kg. Padahal sekarang harga beras kelas IR 64 kualitas III mencapai Rp 5.000/kg."Laba yang besar bukan di tangan petani tapi di pihak penggilingan ke atas, yaitu pedagang beras besar. Disparitas harga gabah dan beras sungguh fantastis dan tidak wajar," ungkapnya.Untuk itu, FSPI mendesak pemerintah untuk melakukan intervensi di pasar. Pemerintah harus memastikan stok beras ada di tangannya, bukan di tangan pengusaha beras. Pemerintah juga harus membuka informasi pada publik mengenai siapa saja pengusaha besar yang terlibat rente perdagangan beras. Pengusaha nakal harus ditindak, jangan hanya melakukan OP yang membabi buta."Justru langkah yang harus diambil adalah melakukan pelarangan impor beras yang tidak terbatas," saran Henry.
(gah/gah)











































