Warga Luar Daerah Masih Ikut Antre OP Beras di Semarang

Warga Luar Daerah Masih Ikut Antre OP Beras di Semarang

- detikNews
Kamis, 15 Feb 2007 17:28 WIB
Semarang - Diketahui, pembeli luar daerah masih beraksi di Operasi Pasar (OP) beras Bulog di Semarang. Petugas merasa kecolongan."Tolong ya Bu, operasi pasar ini untuk warga sini. Kamu tidak boleh. Nanti warga saya malah nggak dapat bagian," kata pengurus RW Syafii kepada seorang ibu yang diketahui bukan warga Kampung Kebonharjo, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Semarang, Kamis (15/2/2007).Si ibu tak mau kalah. Ia mengaku sebagai pencari rongsokan dan kebetulan lewat lokasi OP beras. Karena dikerubuti sejumlah warga, ia pilih mengalah dan meninggalkan lokasi sambil ngomel."Sumpah, saya ini tadi lewat dan tidak bermaksud membeli beras di sini. Ini lho teman saya," katanya sambil menunjuk seorang ibu. Yang ditunjuk kemudian menjelaskan, mereka berdua memang berniat membeli beras.Situasi jadi ramai. Apalagi ketika diketahui ada beberapa orang lain warga luar yang juga sudah terlanjur mendapatkan dua karung beras. Mereka pun 'diusir' warga setempat.Meski demikian, suasana OP beras yang kedua kali di daerah tersebut berlangsung lancar. Tak ada kericuhan sebagaimana Rabu (14/2) kemarin, karena pengurus kelurahan membagi-bagikan kartu antrean."Ini tadi kita kecolongan. Dua karung beras sudah terlanjur dibeli dan dibawa warga luar," kata Syafii dengan nada geram.Warga terlihat tidak marah atas kehadiran warga luar yang juga ingin memperoleh beras OP, karena pengurus kelurahan maupun petugas OP bertindak sigap dengan mengatur kembali pemberian kartu antrean.Pada hari kedua ini, Bulog kembali menggelontorkan 10 ton beras untuk OP. Satu kilogram beras dijual seharga Rp 3.700. Dalam waktu tiga jam, beras itu sudah ludes."Sayang, kualitas (beras)-nya rendah. Lebih baik yang kemarin. Nanti saya mau buat campuran beras yang bagus saja," gerutu seorang ibu sambil meninggalkan lokasi. (try/djo)


Berita Terkait