Perundingan Korban Lumpur Panas dengan Lapindo Berjalan Alot

Perundingan Korban Lumpur Panas dengan Lapindo Berjalan Alot

- detikNews
Kamis, 15 Feb 2007 17:15 WIB
Sidoarjo - Perundingan warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (Perumtas) yang menjadi korban lumpur panas dengan pihak Lapindo Brantas Inc berjalan alot. Hampir 3 jam berjalan, perundingan tersebut tersebut tak juga selesai.Perundingan tersebut digelar di kantor Bupati Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (15/2/2007). Perundingan diikuti 10 orang perwakilan warga, Bupati Sidoarjo Win Hendrarso, External Manager Lapindo Imam Agustino, dan Ketua Timnas Penanggulangan Semburan Lumpur Basuki Hadimuljono.Pertemuan beberapa kali berjalan panas karena perundingan tersebut tidak bisa memberikan kepastian mengenai ganti rugi yang dituntut warga Perumtas. Jawaban mengenai tuntutan warga baru bisa diberikan pada 22 Februari mendatang.Menurut Win Hendrarso, masalah ini hanya bisa diputuskan oleh tim pengarah penanganan lumpur Lapindo yang dipimpin Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro. Warga pun diminta bersabar sampai 7 hari ke depan.Mendengar hal ini, warga sempat emosi. Mereka tidak bisa menerima alasan yang disampaikan Win. Menurut mereka, Lapindo bisa dan harus memutuskan masalah ganti rugi ini sekarang juga.Melihat reaksi warga Perumtas, emosi Win pun sempat terpancing. "Kalau masih percaya saya, tunggu hingga 22 Februari. Tapi kalau tidak, ya sudah, terserah kalian," tukas Win dengan nada tinggi.Hingga pukul 16.30 WIB, pertemuan masih berjalan tanpa keputusan. Di luar halaman, sejumlah polisi masih terus bersiaga. Tiga unit water canon disiagakan.Sementara ratusan warga Perumtas yang sebelumnya duduk-duduk di depan kantor Bupati Sidoarjo, satu per satu mulai kembali ke tempat pengungsian di Pasar Porong dengan berjalan kaki. Akibatnya jalan raya Sidoarjo, Porong tertutup. Lalu lintas pun macet total. (djo/sss)


Berita Terkait