Bebas dari LP Kerobokan, Wanita Aussie Ingin Makan Duren
Kamis, 15 Feb 2007 15:05 WIB
Denpasar - Menghirup udara segar setelah 3 bulan merasakan dinginnya sel di negeri orang, Michelle Dawn Condon (36) tertawa riang. Ada satu hal yang ingin dilakukannya pertama kali untuk merayakannya."Saya mau makan duren," ujarnya girang menjawab pertanyaan wartawan saat melangkah keluar dari LP Kerobokan, Denpasar, Bali, pukul 01.30 Wita, Kamis (15/2/2007).Ditanya bagaimana perasaannya, perempuan Australia yang divonis 3 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Denpasar karena membawa 0,2 gram shabu-shabu ini mengaku senang sudah bebas.Rencana Anda selanjutnya? "Saya mau pukul kamera Anda," gurau Condon sambil tertawa ngakak. Sejumlah jurnalis Australia maupun nasional pun ikutan tertawa.Condon yang mengenakan baju putih dan celana jins itu langsung dijemput petugas Imigrasi Bandara Ngurah Rai untuk dideportasi ke negaranya."Setelah dibebaskan, karena dia orang Australia, maka sesuai prosedur, yang bersangkutan saya serahkan ke Imigrasi untuk kemudian dideportasi ke negaranya," kata Kalapas Kerobokan Ilham Djaya kepada detikcom.Rencananya Condon akan dideportasi ke Australia pada Jumat 16 Februari pukul 00.45 Wita, sebab keberangkatan pesawat untuk Kamis malam sudah penuh."Dia hampir 2 bulan berada di LP. Dia itu orangnya baik-baik saja. Setiap saya kontrol, dia baik-baik saja," kata Ilham. Sebelum ke LP Kerobokan, Condon mendekam di sel polisi.Condon ditangkap polisi di depan sebuah warung di Jl Tukad, Pakerisan, Denpasar, pada 16 November 2006 lalu. Saat itu dia baru saja menerima shabu-shabu dari seseorang bernama Wayan yang saat ini masih buron.Condon lalu divonis 3 bulan penjara oleh PN Denpasar pada 6 Februari. Dia mendekam di LP Kerobokan yang juga dihuni Bali Nine dan ratu mariyuana Schapelle Leigh Corby. Condon bebas setelah menjalani masa hukuman 3 bulan dipotong masa tahanan.
(sss/nrl)











































