Puluhan Warga Yogya dan Jateng Tertipu Bisnis Investasi
Kamis, 15 Feb 2007 14:25 WIB
Yogyakarta -
Puluhan nasabah dari Yogyakarta dan Jawa Tengah tertipu bisnis investasi keuangan CV Mitra Wirausaha Indonesia (MWI). Uang nasabah sebesar Rp 18,8 miliar dibawa kabur Direktur MWI Tri Prasetyo Mahendra.Para nasabah MWI mengadukan penipuan ini ke kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta. Para nasabah menuntut uang mereka segera dikembalikan.Jumlah nasabah CV MWI mencapai 50-an orang. Mereka berasal dari berbagai daerah, seperti Yogyakarta, Magelang, Temanggung, Klaten, Semarang, Salatiga dan Purworejo. Jumlah uang yang disetor nasabah dari Yogyakarta, Temanggung dan Magelang mencapai Rp 18,8 miliar. Sedang dari wilayah Semarang mencapai Rp 2 miliar. "Jumlah uang yang diinvenstasikan bervariasi, mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 500 juta," kata Direktur LBH Yogyakarta Irsyad Thamrin kepada detikcom, Kamis (15/2/2007). Irsyad menjelaskan, CV MWi mulai beroperasi di Yogyakarta sejak pertengahan 2006. Modus operandinya adalah dengan menjual saham senilai Rp 1 juta per lembar. Dalam mencari nasabah, cara kerja perusahaan ini mirip sistem multi level marketing (MLM). Setiap nasabah diharuskan mencari nasabah lain yang menjadi down line-nya."Nasabah aktif juga iming-imingi bonus berupa paket sembako dan uang tunai Rp 50 ribu yang akan diterima selama empat bulan berturut-turut. Plus bunga yang sangat menggiurkan," katanya.Namun hingga akhir tahun 2006 kata Irsyad, bunga dan bonus yang dijanjikan oleh Tri Prasetyo, tidak diterima oleh nasabah dengan berbagai alasan. Salah satu alasannya uang yang diinvestasikan mengalami kegagalan.Berbagai pertanyaan nasabah kepada direktur CV MWI tak pernah mendapatkan jawaban yang memuaskan. Justru pada tanggal 18 Oktober 2006 ada perintah dari Prasetyo ke karyawan bila uang MWI tidak boleh dikeluarkan. Bonus bulanan juga ditangguhkan.Prasetyo kemudian menjanjikan bonus akan diberikan pada akhir Januari 2007. Tapi lagi-lagi janji itu tidak ditepati, meski nasabahberkali-kali menanyakannya. Sejumlah nasabah sudah berusaha menemui Prasetyo di kantor CV MWI di kawasan Nogotirto Gamping Sleman. Namun pria tersebut tidak pernah ada. Saat ini kantor CVMWI malah tutup. Tidak ada satupun karyawan yang terlihat di kantor tersebut."Handphone-nya tidak pernah aktif bila dihubungi. Dia sudah kabur. Ada nasabah yang mencari ke Ngawi Jawa Timur tempat asalnya, tapi dia juga tak ketemu," ungkap Irsyad.
(bgs/djo)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































