Banjir Pasien DBD, RS Cibabat Rekrut 28 Perawat Kontrak
Kamis, 15 Feb 2007 13:22 WIB
Cimahi - Banyaknya pasien demam berdarah dengue (DBD) membuat Rumah Sakit Cibabat, Cimahi, Jawa Barat, kewalahan. Mereka pun terpaksa merekrut tenaga perawat kontrak.Jumlah perawat kontrak yang dipekerjakan di RS Cibabat berjumlah 28 orang. Mereka diambil dari para perawat yang melamar sebagai karyawan tetap RS tersebut pada beberapa waktu lalu."Sebenar kita sampai tahun 2009 belum ada perekrutan untuk karyawan. Namun karena DBD sudah ditetapkan sebagai KLB oleh Pemkot Cimahi, kita rekrut mereka sebagai tenaga kontrak harian," kata Kepala Instalasi Rawat Inap RS Cibabat, Ida Hadi di ruang kerjanya, Kamis (15/2/2007).Jumlah tenaga perawat kontrak ini masih ditambah tenaga perawat sukarela dan petugas dari Dinas Kesehatan Kota Cimahi. Untuk perawat sukarela diambil dari sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Padjajaran, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Universiats Jenderal Ahmad Yani, STIKES Budi Luhur, dan STIKES Dharma Husada. Semua tenaga perawat tambahan ini dikonsentrasikan untuk merawat pasien DBD kelas III, yakni di ruang khusus DBD di Gedung D lantai III. Pasien yang dirawat di Gedung D lantai III cukup padat. Banyak di antara mereka menempati kasur-kasur darurat (velbed). Satu kamar diisi 16 pasien. Padahal pada hari biasanya hanya untuk merawat 8 pasien."Kondisi seperti ini mulai terjadi sejak awal Januari 2007," kata Ida.Bahkan karena pasien DBD terus berdatangan, RS Cibabat terpaksa memakai Gedung Serbaguna yang terletak di Gedung D lantai 4. Padahal di ruangan ini angin bertiup lumayan kencang karena sedikit terbuka.Untuk melindungi pasien dari terpaan angin, di ruang ini didirikan tenda-tenda yang disusun berdempetan. Ruang Serbaguna ini bisa menampung 74 pasien. Namun saat ini, pasien yang dirawat di ruang Serbaguna ini baru berjumlah 68 orang.Hingga pukul 12.00 WIB, jumlah pasien DBD yang dirawat di RS Cibabat sebanyak 168 orang. Dari jumlah tersebut 128 orang di antaranya merupakan pasien dewasa. Sedangkan sisanya, yakni 40 orang, adalah pasien anak-anak. Sebagian besar pasien berasal dari Kabupaten Bandung.
(djo/nrl)











































