Pengungsi Banjir Belum Pergi, SD St Maria Lapor Kelurahan
Kamis, 15 Feb 2007 12:41 WIB
Jakarta -
Keberadaan pengungsi di SD Santa Maria, Jakarta Timur, sulit ditolerir lagi. Pihak sekolah mulai protes ke kelurahan. Mereka tidak ingin proses belajar mengajar terganggu lebih lama lagi. Cukup 2 minggu saja.Hingga kini sekolah tersebut masih menampung sekitar 477 pengungsi dari Kampung Pulo yang rumahnya terendam banjir sejak 2 Februari lalu. Jumlah pengungsi semula mencapai ribuan."Pengungsi itu menempati halaman tepat di depan ruangan TK, sehingga sangat mengganggu," kata Koordinator Sekolah Santa Maria Suster Yustina RGS saat ditemui detikcom di Sekolah St Maria, Jalan Jatinegara Barat, Jaktim, Kamis (15/2/2007)."Anak-anak TK kini belum bisa masuk, karena khawatir juga terkena penyakit," imbuh Yustina.Selain mengganggu proses belajar mengajar, keberadaan pengungsi juga memakan lahan parkir sekolah sehingga banyak orangtua murid yang kesulitan memarkir kendaraannya. Tanpa ragu-ragu, Yustina meminta agar para pengungsi bisa secepatnya meninggalkan sekolah. Dia mengaku sudah berbicara dengan pihak kelurahan. Pihak kelurahan berjanji Jumat 16 Februari siang, sekolah akan dibebaskan dari pengungsi.Saat banjir melanda Jakarta, Sekolah St Maria meliburkan murid-muridnya sekitar seminggu. Sekolah mulai beraktivitas pada 12 Februari. Itu pun baru murid-murid kelas 6 SD dan 3 SMP saja yang masuk.Sedangkan murid kelas 1-5 SD dan 1-2 SMP baru masuk hari ini. Sedangkan murid TK dijadwalkan masuk pada 19 Februari. Dari pantauan, sejumlah ruang kelas kini tampak dibersihkan dari lumpur, karena sempat terendam.Soal sikap pengelola sekolah, salah satu pengungsi, Ny Neneng (32), mengaku pasrah. Warga Kampung Pulo II ini mengaku bertahan di pengungsian karena rumahnya masih tergenang lumpur dan masih dibersihkan.Dari pantauan, sebagian rumah warga di Kampung Pulo memang masih tergenang lumpur. Warga tampak bahu membahu membersihkan lumpur dan membetulkan rumah yang rusak akibat banjir.
(umi/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































