KB Sukses Tapi Ekonomi Timpang

KB Sukses Tapi Ekonomi Timpang

- detikNews
Kamis, 15 Feb 2007 10:30 WIB
Denpasar - Program keluarga berencana (KB) di Indonesia jadi model banyak negara di dunia. Meski KB sukses, namun keadaan ekonomi masih timpang jika dibandingkan dengan jumlah penduduk.Demikian disampaikan Program Officer China Family Planning Association Lijuan Wang di sela-sela konferensi internasional pemimpin muslim untuk mendukung program kependudukan dan pembangunan di Inna Grand Bali Beach Hotel, Denpasar, Bali, Kamis (15/2/2007).Menurut Wang, pembangunan yang baik harus didukung keseimbangan populasi dan ekonomi."Di Cina, untuk keluarga yang jumlah anaknya lebih dari yang ditetapkan pemerintah maka harus membayar social welfare fee yang besarnya untuk tiap provinsi berbeda-beda, ada yang suruh bayar 50 yuan," ujar perempuan yang menyabet gelar master administrasi publik dari Universitas York, Inggris, ini.Ditambahkan dia, untuk berinvestasi lebih maka kesejahteraan masyarakat harus menjadi fokus. "Jumlah penduduk yang besar adalah tantangan yang sama untuk Indonesia dan Cina," lanjut Wang.Cina, lanjutnya, menerapkan program KB sejak 1979. Namun yang dibatasi pertambahan penduduknya adalah etnis Han yang merupakan etnis mayoritas."Sedangkan untuk yang minoritas seperti umat muslim tidak dibatasi. Apalagi mereka kebanyakan tinggal di daerah yang terisolir secara geografis," beber Wang.Kini populasi di China berjumlah 1,3 miliar. 91% di antaranya adalah etnis Han. Alat kontrasepsi diberikan secara gratis untuk masyarakat. Dan banyak warga yang memilih memakai kondom dan IUD. (nvt/nrl)


Berita Terkait