Laporan dari Den Haag
Ini Dia Menlu Baru Belanda
Rabu, 14 Feb 2007 21:25 WIB
Den Haag - Jagoan strategi, ulung dalam berunding, jenius dalam beretorika dan debat. Polesannya efektif mengangkat CDA yang sudah down, sekaligus menggemboskan rival utamanya, PvdA.Dialah Maxime Jacques Marcel Verhagen, sekondan utama JP Balkenende. Dilahirkan di Maastricht, 14 September 1956 dari keluarga Katolik yang taat. Ayahnya selama puluhan tahun menjadi anggota dewan daerah dan ketua fraksi di Maastricht, sedangkan kakeknya adalah wartawan. "Minat politik sudah dicekokkan pada saya sejak kecil," tulis Verhagen dalam biografi yang dipublikasikan di situs web pribadinya.Oleh sebab itu, meskipun mengantongi diploma Atheneum-A (SMA jurusan Fisika), Verhagen tidak meneruskan belajar teknologi atau kedokteran, melainkan 'merantau' jauh ke Leiden untuk belajar ilmu sejarah. Technische Universiteit Delft (TU Delft), yang menjadi impian hampir setiap anak Atheneum, justru ia lewati saja.Di Leiden bakat politik Verhagen menemukan momentumnya. Ia seperti seekor ikan menemukan situ berair segar. Ia bergabung dengan organisasi mahasiswa yang sangat sohor dan berpengaruh Societeit Minerva, yang memiliki akar sejak 8 februari 1575 dengan cantolan langsung Willem van Oranje, bapak bangsa Belanda. Dari sana, sambil kuliah, ia meloncat masuk partai politik dengan menjadi pengurus pemuda Kristen Demokrat (CDA), lalu menjadi staf salah satu anggota parlemen pusat dari partai itu.Tahun 1986 ia terpilih menjadi anggota dewan daerah di Oegstgeest dan langsung dipercaya menjadi ketua fraksi. Akhir 1986 ia kembali masuk Tweede Kamer (parlemen pusat) dengan menjadi staf fraksi CDA untuk kebijakan Urusan Eropa, Kerjasama Pembangunan dan Politik Perdagangan. Laju Verhagen ke pusat orbit politik semakin dekat.Tahun 1989 namanya masuk dalam daftar kandidat pemuda CDA untuk Parlemen Eropa. Latar politik Belanda saat itu sedang tidak menguntungkan. Kabinet Lubbers II (CDA) di ambang jatuh. CDA beserta segala cabang rantingnya sedang dalam posisi kurang populer dan sulit. Namun Verhagen berhasil mengumpulkan cukup suara dan masuk menjadi anggota Parlemen Eropa di Brussel.Portofolio yang dikantonginya antara lain urusan Kerjasama Pembangunan, Yustisi, Kerjasama Polisi Lintas Batas, Kebijakan Suaka, Luarnegeri dan Kebudayaan. Di sana ia menjadi jurubicara pertama fraksi untuk bidang Kerjasama Pembangunan. Bagase diplomatik dan hubungan internasional seorang Verhagen mengalami pengayaan. Ia antara lain berulang kali mengunjungi berbagai negara di Afrika, terkait dengan tugasnya itu.Selama di Parlemen Eropa, yang dijalaninya hingga 1994, Verhagen terlibat dalam proses sejarah yang cukup penting, antara lain perwujudan pasar intern Eropa, penghapusan batas imigrasi sesama negara Eropa, Traktat Maastricht yang menjadi basis lahirnya mata uang Euro, dan jatuhnya komunisme serta Tembok Berlin.Memasuki 1994, Verhagen diminta mencalonkan diri sebagai kandidat untuk pemilu parlemen dan dia langsung terpilih meskipun CDA mengalami kekalahan besar. Sejak itu Verhagen resmi meninggalkan Parlemen Eropa dan namanya tidak bisa lepas dari dinamika parlemen dan perpolitikan nasional. Secara terbuka, Verhagen mengakui bahwa pilihannya meniti hidup dengan jalan politik karena sejak kecil dia telah mencita-citakan untuk menjadi Menteri Luarnegeri. Cita-cita Verhagen kecil itu kini telah menjadi kenyataan. Pemimpin partai CDA, yang memenangi pemilu 22/11/2006, Jan Pieter Balkenende mempercayainya menduduki pos Menlu.Namun demikian, di kalangan Binnenhof, terutama partai-partai sosialis, agak terdengar nada sumbang ke arah Verhagen. Ia dikhawatirkan akan membawa politik luarnegeri Belanda terlalu pro Amerika Serikat (AS), tidak sekritis diplomat karir Ben Bot. Verhagen pula yang dinilai bertanggung jawab membawa 'kebijakan ekonomi ala AS' bersama VVD selama 3 tahun terakhir, sebelum akhirnya Kabinet Balkenende III jatuh dan CDA dihukum pemilihnya dalam pemilu 22/11/2006 lalu.
(es/es)











































