Bentrok TNI-Polri Gara-gara Masalah Kompleks
Rabu, 14 Feb 2007 15:27 WIB
Jakarta - Setelah hampir 7 tahun pisah ranjang, aparat TNI dan Polri kerap bentrok fisik dan senjata. Ada masalah yang sangat kompleks, kata KSAL.Salah satu masalah tersebut, kurangnya komunikasi dan pengarahan dari komandan satuan ke anak buah."Saya kira situasinya sangat kompleks, tapi lebih baik ditanya kepada yang terkait saja," ujar KSAL Slamet Soebijanto di Wisma Elang, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (14/2/2007).KSAL juga mengakui anak buahnya ada yang pernah terlibat bentrokan, baik dengan sesama korps maupun antaraparat."Biasa, anak-anak muda, emosinya yang lebih tinggi dan kurangnya pertimbangan-pertimbangan. Itu bisa saja terjadi," katanya.Untuk meminimalisir bentrok antaraparat, dia mengaku banyak mengirim personel TNI AL untuk menjalani tes kestabilan jiwa di lembaga psikologi sebelum bertugas ke wilayah tertentu.Selain itu, dia juga meningkatkan komunikasi dengan prajuritnya, termasuk memerintahkan pimpinan di lapangan untuk memberikan penerangan soal kedisiplinan saat bertugas."Saya sendiri memberikan nomor HP saya ke anggota di lapangan. Dengan begitu saya bisa menjewer telinga-telinga pimpinan itu," katanya.Saat ditanya kenapa bentrokan tetap terjadi meski sudah dilakukan berbagai upaya, KSAL hanya menjawab singkat, "Ya yang namanya manusia, kejadian seperti itu ada saja."
(umi/sss)











































