KSAL Soal Alutsista:
Ketergantungan Itu Menyakitkan
Rabu, 14 Feb 2007 14:37 WIB
Jakarta - Tidak ingin sakit hati lagi, TNI AL memilih tidak menggantungkan kebutuhan alutsistanya ke satu negara saja. Sejumlah negara dijajaki. Salah satunya Rusia, untuk pengadaan kapal selam."Yang jelas kita tidak ingin tergantung pada salah satu negara. Ketergantungan itu menyakitkan kita sendiri," kata KSAL Laksamana TNI Slamet Soebijanto di Wisma Elang, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (14/2/2007).TNI AL, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk mengamankan wilayah RI yang luas. Bila dalam pengadaan alutsistanya bergantung ke satu negara, dan kemudian diembargo, TNI dan pemerintah akan menyesal sendiri.Oleh sebab itu, AL harus memiliki kemampuan untuk tidak terikat pada salah satu negara. Namun demikian, bantuan dari sejumlah negara, seperti AS, Inggris dan Rusia bisa diterima asal tidak mengikat."Kita terima itu dengan catatan tidak mengikat, karena dengan pengikat berarti mengendalikan kita, itu tidak boleh. Karena kita negara berdaulat untuk mengamankan wilayah sendiri," katanya.Terkait pembelian kapal selam dengan Rusia, hingga kini TNI AL masih menunggu keputusan Dephan."Kita tunggu isyaratnya itu, yang jelas diskusi awal tentang kriteria operasional, apa-apa saja yang dibutuhkan sudah dilakukan," ujarnya.
(umi/sss)











































