Pendidikan dan Rekrutmen TNI-Polri Harus Dievaluasi
Rabu, 14 Feb 2007 14:15 WIB
Jakarta - Ketua MPR Hidayat Nurwahid menyesalkan terjadinya baku tembak antara TNI dan Polri di Puncak Jaya, Papua, Selasa kemarin. Dia berpendapat pendidikan dan rekrutmen personel TNI dan Polri harus dievaluasi."Satu hal yang sangat kita sesalkan, mestinya rekan-rekan TNI dan Polri betul-betul melaksanakan tugas sebagai penjaga keamanan dan kedaulatan lembaga negara," kata Hidayat di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/2/2007). Hidayat juga mengaku tak habis pikir mengapa aparat TNI dan Polri yang seharusnya menjaga dan melindungi rakyat malah berperang. "Mereka adalah contoh bagi rakyat, kalau-kalau ada yang salah harus bisa diselesaikan dengan cara bermartabat. Tidak mengumbar arogansi dan saling tembak. Cara itu tidak sesuai dengan prinsip kedaulatan rakyat," ujar Hidayat.Belajar dari peristiwa itu, menurut Hidayat, sudah seharusnya pola pendidikan dan rekrutmen anggota TNI dan Polri dievaluasi. "Kita jangan menyerah pada faktor bahwa usia mereka masih muda," pinta mantan presiden PKS ini.Hidayat menyarankan, mekanisme pendidikan dan rekrutmen TNI dan Polri harus menghadirkan moralitas yang tinggi. "Sehingga ketika mereka menjadi TNI dan Polri, diri mereka sudah terbingkai dengan prinsip moralitas," terangnya.
(mar/nrl)











































