Publik Australia Serang Corby

Publik Australia Serang Corby

- detikNews
Rabu, 14 Feb 2007 14:09 WIB
Melbourne - Bumerang. Senjata khas suku Aborigin di Australia ini menerpa si cantik Corby. Jika dulu ratusan ribu warga Australia membelanya, kini mereka berbalik menyerang ratu mariyuana tersebut.Begitulah hasil polling eksklusif yang diadakan situs media Australia ninemsn yang dilansir pada Rabu (14/2/2007).Sebanyak 93 persen atau 225.937 dari 242.868 responden yakin jika perempuan Aussie bernama lengkap Schapelle Leigh Corby itu bersama saudarinya, Mercedes Corby, terlibat dengan obat-obatan ilegal.Hanya 14,931 responden yang meyakini kedua kakak beradik itu merupakan korban fitnah oleh mantan teman mereka, yakni Jodi Power.Schapelle Corby hingga kini masih mendekam di sel LP Kerobokan, Denpasar, Bali, setelah divonis 20 tahun penjara oleh MA. Penyelundup 4,2 kg mariyuana ke Bali ini sempat divonis 20 tahun di Pengadilan Negeri Denpasar, dan hukumannya turun menjadi 15 tahun di Pengadilan Tinggi Bali. Sedangkan Mercedes Corby tidak kena jeratan hukum.Polling ini dibuka setelah mantan anggota tim kuasa hukum Schapelle, Vasu Rasiah, menyatakan pihak keluarga menolak dilakukannya tes DNA terhadap bungkusan mariyuana yang ditemukan di tas milik Schapelle. Padahal hasil tes bisa saja membuktikan Schapelle tidak bersalah.Rasiah menuturkan, pada Selasa malam, kepolisian Bali hendak memberikan satu sampel mariyuana tersebut. Namun Schapelle dan Mercedes tidak mengizinkannya."Dia (Mercedes) memanipulasi seluruh situasi. Kami punya hak meminta sampel mariyuana dari polisi untuk diuji DNA dan dilakukannya tes deteksi kebohongan," cetus Rasiah pada Seven Network."Tapi itu tidak pernah terjadi. Mereka tidak akan melakukannya. Yang kami inginkan agar mereka menceritakan kisah sebenarnya, agar kami bisa membuat kasus," tandas Rasiah.Pernyataan Rasiah berbeda dengan Schapelle yang dimuat dalam bukunya "My Story". Dalam buku itu, Schapelle mengaku dirinya meminta agar dilakukan tes, namun tidak pernah dikabulkan.Sementara Jodi Power, mantan teman Corby, mengaku pernah melihat bungkusan yang tersegel kedap udara di rumah Corby. Bungkusan itu mirip dengan bungkusan berisi mariyuana yang diselundupkan ke Bali. Power bahkan mengaku pernah diajak Schapelle dan Mercedes agar mau ikutan menyelundupkan barang-barang haram itu."Saya menolaknya. Saya punya dua anak. Lalu Mercedes bilang sudah pernah melakukan hal itu sebelumnya," kata Power.Power pernah melakukan tiga kali tes poligraf di program televisi Today Tonight milik Seven Network untuk membuktikan ucapannya. Tes pertamanya gagal, namun dua tes selanjutnya berhasil.Mercedes pun berinisiatif menggugat Today Tonight setelah menayangkan wawancara dengan Power tersebut. Kepada The Australian, Mercedes menyatakan perbuatan mantan temannya itu dipicu rasa dengki."Dia ingin balas dendam, manipulatif, dan pembohong. Dia punya masalah mental dan akan melakukan apapun demi uang. Saya siap menjalani tes deteksi kebohongan, apapun, untuk melawan ini semua," tandas Mercedes.Terkait:* Ratusan Ribu Surat dan E-mail Tuntut Bebaskan Corby (sss/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads