Polwan Babak Belur Karena Burung
Rabu, 14 Feb 2007 12:15 WIB
Ambon -
Hanya gara-gara seekor burung nuri, nasib apes diterima Bripda Suherni Arwan (21). Anggota polisi wanita (Polwan) yang bertugas di Polres Maluku Tengah ini, babak belur dianiaya seorang ibu dan anak, di kota Masohi.Ibunda korban pun melaporkannya ke Mapolda Maluku pada Rabu (14/2/2007). Penganiyaan itu terjadi pada akhir Januari lalu. Korban mengalami luka pada wajah akibat cakaran, benturan pada bagian perut, serta pingsan. Akibat penganiayaan ini, korban dilarikan ke RSU Masohi."Kami sudah laporkan ke Polres Malteng, tapi tidak ada penanganan. Ini yang membuat kami merasa aneh. Padahal anak kami anggota Polres," tutur ibunda korban, Halipa Arwan (50) kepada wartawan, saat mendatangi Mapolda Maluku di Jl Rijali, Ambon, untuk melaporkan kasus ini.Halipa Arwan menyatakan, putrinya, kini sudah dipindahkan ke RS Bhayangkari Tantui, Ambon, guna mendapatkan perawatan intensif akibat luka yang dideritanya. Menurutnya, penganiayaan yang dilakukan OL dan ML bermula dari seekor burung nuri yang ditangkap ayah korban. Burung itu kemudian dipelihara korban, Bripda Suherni. Sebelum dipelihara, ayah korban memastikan burung itu tidak ada pemiliknya. "Kami bertanya ke seluruh tetangga rumah. Tapi tidak ada yang mengaku pemilik burung nuri itu. Jadi kami terus memeliharanya," papar Halipa.Selang dua hari, rumahnya didatangi ibu dan anak, ML dan OL, dan langsung meminta korban untuk mengembalikan burung itu. Usai dikembalikan, bukannyaucapan terima kasih yang didapat korban tapi tendangan dan pemukulan. Akibatnya korban Bripda Suherni langsung pingsan.Ibunda korban meminta Kapolda Maluku untuk menindaklanjuti kasus ini. "Saya sudah lapor. Kata petugas jaga, tak ada surat penahanan dan Kapolrestidak berada ditempat," ujarnya. Menyikapi kasus ini, Kabid Humas Polda Maluku AKBP Tomy Napitupulu mengatakan, akan meneruskan kasus ini ke Polres Malteng untuk ditangani secara serius. "Itu wilayah kerja Polres Malteng, jadi nanti akan kamiteruskan. Pasti kami pantau," ujarnya.
(han/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
