Antre Beras Murah, 2 Nenek Pingsan di Pasar Rawa Badak

Antre Beras Murah, 2 Nenek Pingsan di Pasar Rawa Badak

- detikNews
Rabu, 14 Feb 2007 12:00 WIB
Jakarta - Terik panas matahari yang menyengat kulit dan saling berdesakan, membuat 2 nenek jatuh pingsan saat mengantre beras yang dijual Rp 75 ribu per 20 kilogram.2 Nenek malang itu dibopong ke luar barisan pembeli di depan Pasar Rawa Badak, Jalan Angrek, Jakarta Utara, Rabu (14/2/2007).Seorang nenek yang pingsan tampak mengenakan kebaya warna hijau dan jarit. Sedangkan seorang nenek lainnya mengenakan daster warna coklat. Keduanya dibopong dan ditidurkan di bawah pohon, lalu dikipasi dan dipijat dengan minyak gosok supaya lekas sadar.Syukurlah kedua nenek ini akhirnya mendapatkan beras murah yang diinginkan dengan bantuan warga. Perjuangannya pun tidak sia-sia.Sementara sekitar 80 orang tampak antre membeli beras yang dijual dari atas truk. Truk ini berisi 8 ton beras. Beras yang dikemas dalam karung putih berlogo Bulog masing-masing berisi 20 kilo seharga Rp 75 ribu.Warga mengantre sejak pukul 08.00 WIB dengan tertib. Namun ketika truk dibuka pukul 10.00 WIB, warga mulai berdesak-desakan. Tiga petugas di atas truk tampak menyerahkan beras yang telah dibeli warga, dan 2 petugas lainnya mengatur antrean."Saya dulu," teriak warga saling dorong sambil menyodorkan uang Rp 75 ribu. Beberapa warga yang tidak tahan dan terhimpit tampak keluar barisan.Nah, setelah mendapat kantong beras, warga diberi kupon guna menghindari pembelian dobel.Saking banyaknya warga yang membeli, kupon pun habis sehingga tidak bisa terdeteksi lagi warga yang telah atau pun belum membeli beras."Saya belum dapat, dari tadi ngantre," protes Sunarko.Namun ada juga warga yang malas berdesakan. Ida (40), penjual nasi mengaku malas ikutan antre."Mas yang antre ini cuma suruhannya pedagang beras besar di pasar. Nanti mereka jual lagi ke pedagang dan ujung-ujungnya ya warga harus beli ke pedagang beras dengan harga mahal," ketus Ida. (aan/sss)


Berita Terkait