Demo Singapura, Gerbang Hotel Gran Melia Ditaburi Pasir
Rabu, 14 Feb 2007 11:30 WIB
Jakarta - Segala macam ulah dilakukan demonstran untuk meraih perhatian publik. Sekitar 10 demonstran dari LSM Ocean Watch dan Pelayanan Advokasi Untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) menebar pasir laut sebagai bagian tuntutan pada pemerintah Singapura.Pantauan detikcom, Rabu (14/2/2007), pasir laut ditaburkan di gerbang pintu masuk Hotel Gran Melia, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, tempat staf Kedubes Singapura berkantor. Sebelumnya pasir yang ditampung dalam bekas dus mie instan itu ditunjuk-tunjukkan pada pengendara roda dua dan empat di jalan raya.Ada beberapa tuntutan yang diutarakan oleh koordinasi aksi Herman Jaya selaku Direktur Eksekutif Ocean Watch, yaitu:1. Minta kompensasi pada Singapura atas kerusakan lingkungan (eksploitasi pasir laut dan batu granit) di Kepulauan Riau).2. Minta pemerintah RI menolak pembicaraan ulang larangan ekspor pasir laut, pasir darat, dan granit.3. Menuntut RUU perbatasan segera diselesaikan karena sangat vital bagi eksistensi RI.Demonstran yang datang sejak pukul 10.00 WIB juga membentangkan spanduk 2x4 meter bertulisan "Demi reklamasi singapura lingkungan hidup indonesia rusak, pulau perbatasan tenggelam. Singapura untung, Indonesia Buntung". Tidak bertujuan berdialog dengan staff kedubes, pendemo akhirnya membubarkan diri satu jam kemudian.
(gah/nrl)











































