Banjir Dikhawatirkan Ancam Pembangunan MRT

Banjir Dikhawatirkan Ancam Pembangunan MRT

- detikNews
Selasa, 13 Feb 2007 21:05 WIB
Jakarta - Rencana pembangunan jalur kereta bawah tanah atau subway sebagai bagian dari mass rapid transportation (MRT) menjadi pertanyaan sejumlah pihak. Bukankah Jakarta setiap tahun selalu terendam banjir. Namun Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yakin ada solusinya."Banjir merupakan salah satu perhatian kita yang secara teknis bisa diselesaikan," kata Fauzi dalam konferensi pers usai pertemuan tim advisory comitte di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (13/2/2007).Namun dia tidak merinci seperti apa antisipasi teknis yang akan dilakukan dalam membangun subway. Menurut pria yang akrab disapa Foke itu, masalah banjir dan pencegahan bencana merupukan isu penting yang akan masuk dalam safety and security system perencanaan MRT.Sementara anggota tim advisory comitte dari Jepang Fumio Nishino mengatakan, Indonesia bisa mencontoh model pembangunan MRT yang dilakukan di Jepang dan Bangkok(Thailand). Banjir lanjut Fumio adalah bencana yang terjadi karena musim dan bisa diprediksi."Di Jepang subway dibangun sekitar 50 km dari sungai sehingga bisa terhindar dari banjir. Sedangkan di Bangkok sangat memperhatikan tingkat elevasi (derajat kemiringan) dan disediakan alat pompa bila air menggenangi subway," papar Fumio.Pemerintah akan membangun MRT dengan 2 sistem yaitu jalur bawah tanah (subway) dan sistem layang (elevated). Subway terdiri dari 4 stasiun dengan jalur Istora-Dukuh Atas, dan elevated terdiri dari 8 stasiun jurusan Lebak Bulus-Senayan.MRT ini akan dibangun terintegrasi dengan moda transportasi yang sudah ada seperti busway dan bus kota. (bal/bal)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads