Pangdam Trikora Perintahkan Prajurit yang Bentrok Diperiksa
Selasa, 13 Feb 2007 19:44 WIB
Jakarta - Pangdam XVII Trikora Mayjen TNI Zamroni telah memerintahkan jajarannya untuk menjaga situasi di Papua agar tetap tenang pasca bentrokan anggota TNI dan Polri di Kabupaten Puncak Jaya. Pangdam juga memerintahkan prajurit yang terlibat diperiksa."Saya sudah terima rilis dari Kodam XVII Trikora bahwa Pangdam telah memerintahkan pada Danrem dan Satgas untuk mengamankan situasi agar tetap tenang dan bentrokan tidak meluas," kata Kadispen Angkatan Darat Brigjen TNI Ricardo Siagian kepada detikcom, Senin (13/2/2007).Menurutnya, Pangdam dan Kapolda Papua juga telah memberikan pengarahan kepada jajarannya masing-masing di lapangan. Selain itu, Pangdam juga telah menghubungi gubernur Papua dan bupati Puncak Jaya untuk mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang.Pangdam juga sudah memerintahkan kepada Komandan Pomdam Trikora untuk mengamankan pelaku yang terlibat bentrokan dan melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa yang salah dan benar. "Kalau salah harus diproses sampai pengadilan," kata Ricardo.Dia juga menambahkan, kejadian bentrokan TNI-Polri yang menyebabkan tewasnya anggota Brimob bernama Briptu Yosef Tanimbar dikarenakan persoalan sepele. Kesalahpahaman itu terjadi saat anggota polisi antri BBM namun anggota polisi kehabisan BBM dan terjadi kesalahpahaman dengan anggota Yonif 753 Kodam Trikora."Hingga kini belum diketahui mana yang benar dan salah. Situasinya kini telah kondusif," tandas Ricardo.
(mar/bal)











































