Turki Bangun 100 Rumah Untuk Korban Gempa di Bantul

Turki Bangun 100 Rumah Untuk Korban Gempa di Bantul

- detikNews
Selasa, 13 Feb 2007 14:13 WIB
Bantul - Pemerintah Turki membangun 100 rumah untuk korban gempa bumi 27 Mei 2006 di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Rumah dengan konstruksi tahan gempa itusemuanya dibangun dengan material baru.Seratus bangunan tempat tinggal beserta fasilitas umum seperti masjid dan sarana mandi cuci dan kakus (MCK) itu akan dibangun di Dusun Jomblang, Desa Mulyodadi, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul.Dibandingkan bantuan dari negara donatur lainnya, rumah bantuan NGO DenizFenery Turki itu tampak lebih mewah. Rumah yang dibangun berukuran tipe45 dengan 2 kamar tidur, ruang tamu, dapur dan kamar mandi. Rumah bantuan ini juga dicat merah muda sama dengan lantai keramiknya. Material bangunan, mulai kayu, genting dan batubata semuanya baru. Batubata dan kayu bekas bangunan yang tidak digunakan ditumpuk di dekat rumah mereka yang baru. Namun, warga masih memanfaatkan sumur dan kamar mandi yang di luar umah. Padahal di rumah baru mereka sarana tersebut sudah tersedia.Duta besar Turki untuk Indonesia Anjdi Evirgren dalam sambutannya mengatakan, pemerintah dan lembaga donor Turki langsung memberikan bantuan pascagempa Bantul. Bantuan itu berupa makanan, obat-obatan, dan tim kesehatan."Tidak hanya di Indonesia, seperti Yogyakarta dan Aceh. Tapi juga ke negara lain seperti Afganistan, Iran, dan lain-lain," kata Evirgren saat meresmikan bantuan perumahan di Bantul, Jawa Tengah, Selasa (13/2/2007).Dalam kesempatan itu dia didampingi pengurus lembaga donor Deniz Fenery, Sekjen Organisasi Konferensi Islam, Ekmeleddin Ihsanoglu, Menko KesraAburizal Bakrie, Menteri Perumahan Rakyat Yusuf Asyhari, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Wakil Gubernur DIY, Paku Alam IX dan Bupati Bantul Idham Samawi.Setelah melakukan penyerahan rumah, Evirgren meresmikan masjid Al Hidayah. Masjid ini terletak di tengah-tengah pemukiman yang baru dibangun itu. Dia juga menyempatkan diri melihat langsung beberapa rumah sumbangan pemerintahnya. Dia tampak puas dengan proses pembangunan rumah tersebut. Sesekali, dia mengetukan tangannya ke tembok untuk mengecek kekuatan dinding bangunan. Di depan pintu, terpasang nama masing-masing pemilik rumah lengkap dengan gambar bendera Turki.Warga setempat menyambut kedatangan Evirgren dengan Salawatan dan drumband yang dimainkan anak-anak SD Mulyodadi sambil membawa bendera Turki dan Indonesia. (bgs/djo)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait