Suyitno Takut 'Dicipinangkan', Hamid Gagal Bina Napi
Selasa, 13 Feb 2007 11:46 WIB
Jakarta - LP seharusnya menjadi tempat pembinaan, bukan menjadi sarang premanisme. Menkum HAM Hamid Awaluddin pun diminta mengevaluasi LP yang tidak aman ini."Ini menunjukkan Menkum HAM gagal membina para napi. LP yang seharusnya menjadi tempat pembinaan, justru menjadi tempat yang subur menjadi tindakan kekerasan dan premanisme," kata anggota Komisi III DPR Benny K Harman.Hal ini disampaikan Benny di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/2/2007) menjawab pertanyaan wartawan seputar mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Suyitno Landung yang takut dibogem napi jika ditahan di LP Cipinang.Menurut dia, Kapolri bisa memerintahkan anak buahnya menjaga penerima suap mobil Nissan X-Trail dari pembobol BNI itu."Kapolri harus tetap menjunjung asas nondiskriminasi, tidak boleh menghalang-halangi," ujarnya.Ketua Ketua Komisi III Trimedya Panjaitan juga menyampaikan hal yang sama."Pak Tanto harus ikhlas, tidak boleh menghalang-halangi. Kalau tidak ikhlas, kenapa dari dulu diizinkan penyelidikan. Kalau sudah masuk poses hukum, ya harus dijalani, tidak boleh diskriminasi," kata Trimedya.Anggota Komisi III DPR Nursyahbani Katjasungkana meminta Menkum HAM Hamid Awaluddin melakukan evaluasi LP yang tidak aman."Jadi tidak ada alasan untuk menolak ditempatkan di LP yang ditentukan oleh otoritas pengadilan," imbuhnya.
(aan/sss)











































