Cipinang Berbahaya, Komjen Suyitno Bisa Dioper ke LP Pemuda

Cipinang Berbahaya, Komjen Suyitno Bisa Dioper ke LP Pemuda

- detikNews
Selasa, 13 Feb 2007 09:15 WIB
Jakarta - Sudah menjadi rahasia umum kalau polisi menjadi musuh para narapidana. Penganiayaan bisa terjadi bila polisi masuk lembaga pemasyarakatan (LP). Tapi hal itu tidak serta merta menjadi pembenaran dalam kasus yang menimpa mantan Kabareskrim Komjen Pol Suyitno Landung."Mestinya jangan ada diskriminasi. Dia bisa ditahan di LP untuk pemuda seperti di Tangerang. Jangan ditahan di markas Brimob nantinya akan ada rasa nyaman karena ditahan di institusi polisi," kata kriminolog Erlangga Masdiana saat berbincang dengan detikcom, Selasa (13/2/2007).LP Pemuda Tangerang tidak terlalu berbahaya dibandingkan LP Cipinang. Maklum, isinya remaja tanggung. Kombes Irman Santoso, yang juga terpidana kasus BNI seperti Komjen Suyitno, juga menghabiskan masa tahanannya di situ.Menurut Erlangga sudah sepantasnya seorang tahanan ditahan di LP, karena itu bila yang bersangkutan adalah polisi, sebelumnya perlu dilakukan langkah preventif."Ya jangan dibocorkan dia polisi atau di dalam LP di bagi menurut blok-blok dan zona khusus bagi napi tertentu yang tentunya dengan penjagaan khusus pula," timpal Erlangga.Erlangga menuturkan pengalamannya bahwa seorang polisi yang masuk kedalam LP memang akan menjadi bulan-bulanan para napi. Seperti pada tahun 80-an lalu kala seorang polisi dianiaya di dalam LP. Dengan demikian memang akan berisiko bila Suyitno dimasukkan ke LP."Polisi itu dibenci napi, menjadi musuh bersama. Itu karena polisi menjadi institusi yang pertama melakukan penangkapan, menuduh, dan mendakwa tersangka," imbuh Erlangga.Kondisi demikian memang mengkhawatirkan, namun bagaimana pun menurut Erlangga, hal itu adalah sebuah realitas. "Itu memang menakutkan, pada dasarnya di LP perlu dilakukan perbaikan," tandas Erlangga. (ndr/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait