Jelang Imlek, Pedagang di Glodok Raup Untung
Selasa, 13 Feb 2007 00:29 WIB
Jakarta - Para pedagang perlengkapan kebutuhan Imlek kebanjiran rezeki. Mereka meraup keuntungan jauh melebihi hari-hari biasa. Para pembeli mulai ramai sejak weekend kemarin."Mulai ramai Sabtu-Minggu kemarin, selepas banjir surut," kata pedagang penjual kebutuhan Imlek, Herman (35), di Pasar Glodok, Jakarta Barat, Senin (12/2/2007).Herman yang sudah 10 tahun berjualan kebutuhan Imlek ini mengaku menjelang hari perayaan omzetnya bisa naik mencapai 150 persen."Puncaknya biasanya nanti H-7 dan H-3," tutur Herman.Herman mencontohkan, mainan yang berupa hiasan lampion berwarna merah dan huruf beraksara Cina serta pernak-pernik biasanya hanya laku 20 buah per hari. "Tapi sekarang bisa mencapai 50-100 per hari dengan harga per buahnya Rp 2.500 atau 3 buah Rp 5.000," imbuh Herman sambil tersenyum.Pedagang lainnya, Iwan (35), juga mengaku omzet jualannya meningkat hingga 300 persen menjelang perayaan Imlek. Dia mencontohkan lampion seharga Rp 50-300 ribu per buah yang biasanya laku paling banyak 2 lampion pada hari biasa, menjelang Imlek ini bisa laku mencapai 20-30 buah.Begitu juga amplop angpau yang biasanya laku 20-40 pak sekarang mendekati Imlek bisa laku 100 pak. Isi 1 paknya 2-5 lembar, dengan harga Rp 5 ribu.Lain lagi cerita Evi (34). Dia benar-benar ketiban rezeki nomplok. 20 Hiasan kembang Mei Hwa setinggi 150 cm seharga Rp 350 ribu ludes diborong pihak Taman Impian Jaya Ancol.Namun menurut Evi, penjualan ini tidak seberapa dibanding tahun lalu. "menurun 50 persen dibanding tahun lalu. Ya karena ada banjir," jelas Evi.
(nwk/ndr)











































