500 Warga Kampar Blokir Jalan Perusahaan Agro Abadi
Senin, 12 Feb 2007 14:30 WIB
Pekanbaru - Sedikitnya 500 warga di Kabupaten Kampar, Riau, melakukan aksi pemblokiran jalan perusahaan perkebunan sawit PT Agro Abadi. Mereka kecewa perusahaan itu tidak menepati janji untuk memberikan lahan kebun sawit untuk masyarakat. Aksi demo ini sudah berjalan sejak empat hari yang lalu dengan cara warga mendirikan kemah di depan pintu masuk perusahaan di Desa Kepacau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Puncaknya, Senin (12/02/2007), sekitar 500 warga memblokir jalan utama masuk ke Agro Abadi. Badan jalan menuju keperusahaan mereka putus dengan cara menggali badan jalan sedalam 1 meter. Selanjutnya, warga juga menebangi beberapa pohon yang mereka letakan di badan jalan. Walhasil, mobil pengangkutan kelapa sawit milik Agro Abadi tidak bisa melintas. Aktivitas pengakutan buah sawit keluar masuk perusahaan lumpuh total. Selama melakukan aksi demo, selain mendirikan tenda-tenda plastik, warga juga melibatkan anak-anak usia sekolah. Mereka juga mendirikan dapur umum untuk kepentingan komsumsi mereka selama berkemah. "Kita akan terus bertahan, sampai tuntutan kita dikabulkan. Agro Abadi sudah ingklar janji pada masyarakat," kata Rusli Ahmadi (35), salah seorang warga kepada wartawan. Rusli menceritakan, lahan yang dimiliki PT Agro Abadi dulunya merupakan tanah ulayat masyarakat setempat. Dalam pengalihan lahan, perusahaan berjanji akan menyisihkan 20 persen lahan yang mereka garap untuk dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk perkebunan sawit. "Sudah lebih 7 tahun janji mereka tidak pernah direalisasi. Agro Abadi juga tidak pernah melibatkan masyarakat untuk diberi kesempatan dapat bekerja diperusahaan itu. Malah hadirnya perusahaan ini, telah merusak jalan di perkampungan kami," kata Rusli. Selain itu warga juga menuntut empat rekan mereka yang ditangkap Agro Abadi. Mereka ditangkap dengan tudingan telah mengganggu aktivitas perusahaan. Keempat warga itu ditangkap Satpam Agro Abadi dua pekan silam dan kemudian diserahkan ke Polres Kampar. "Kami menuntut perusahaan dapat membebaskan rekan kami yang tidak bersalah itu. Rekan kami itu hanya menuntut haknya ke Agro Abadi, karena tanahnya diserobot tanpa ada ganti rugi," kata Rusli. Sampai saat ini warga yang terdiri dari kalangan orangtua dan anak-anak, masih terus bertahan di pintu gerbang perusahaan tersebut. Aksi demo ini sendiri tidak mendapat pengawalan dari kepolisian. Warga akan tetap bertahan di sana, sebelum tuntutan mereka dikabulkan.
(ana/Ari)











































