Sarwono-Rano Menguat di PDIP, Muncul Agum di PAN
Senin, 12 Feb 2007 06:58 WIB
Jakarta - Pemilihan gubernur DKI kian mendekat. Hingga saat ini, baru PKS yang secara resmi sudah menentukan calon gubernurnya: Adang Daradjatun. Partai-partai lain masih menghitung dan menimbang secara cermat dalam menentukan pilihannya. Duet Sarwono-Rano menguat di PDIP, sementara nama Agum diperhitungkan PAN. Di PDIP, penentuan calon gubernur (cagub)-calon wakil gubernur (cawagub) masih berjalan secara dinamis di tingkat DPP PDIP. Bila dulu nama Fauzi Bowo alias Foke yang bertengger di peringkat atas, kali ini sudah bergeser. Faktor banjir bandang Jakarta diduga membuat nama Foke kurang diperhitungkan. Informasi yang didapatkan detikcom, Senin (12/2/2007), PDIP sedang menimbang secara serius nama Sarwono Kusumaatmaja sebagai pengganti Foke. Sarwono yang popularitasnya cukup bagus diperkirakan akan bisa bersaing dengan Adang Daradjatun. Dan untuk memenangkan pertarungan, kemungkinan Rano Karno akan dipilih sebagai calon wagub pendamping Sarwono. "Untuk menang di Pilkada DKI, popularitas sangat penting. Kami melihat Sarwono cukup populer dibanding tokoh-tokoh lain. Faktor wakil gubernur juga akan menentukan, bila calon yang dipilih juga populer. Karena itu, kami menimbang Rano sebagai calon wakil gubernur," kata salah seorang pengurus DPP PDIP yang tidak mau disebutkan namanya.Belum ada pernyataan resmi dari DPP PDIP mengenai hal ini. Yang jelas, Megawati sebagai ketua umum PDIP merupakan faktor penentu dalam penentuan cagub-cawagub yang akan diusung PDIP. Kemungkinan akhir Februari atau awal Maret, DPP PDIP baru akan mempublikasikan siapa cagub-cawagub yang akan diusungnya. Rano Karno alias Si Doel menjadi faktor menarik. Bisa jadi, Rano Karno menjadi satu-satunya figur penentu kemenangan di Pilkada DKI. Faisal Basri termasuk salah satu kandidat gubernur yang juga menginginkan berpasangan dengan Rano. Kubu Faisal melemparkan opini pasangan Faisal-Rano sebagai pasangan yang merepresentasikan kaum muda. Lobi-lobi terus dilakukan para kandidat gubernur, termasuk Faisal Basri. Bulan lalu, Faisal-Rano sempat juga bertandang ke PAN, bertemu Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir. Ada kemungkinan Faisal diterima sebagai cagub oleh partai yang didirikannya itu. Apalagi, Faisal sudah mendapat lampu hijau dari Amien Rais. Faisal memang menjadi salah satu kandidat gubernur yang dibahas di PAN. Tapi, Faisal siap-siap saja bila nanti tidak dipilih. Sebab, sepertinya PAN kurang begitu terpikat dengan mantan Sekjen PAN itu. Salah satu alasannya, Faisal kurang populer di masyarakat bawah. Hingga kini, pengurus DPP PAN masih terpecah apakah memilih Faisal atau calon lainnya. PAN juga kurang sreg dengan Rano Karno dan lebih memilih kadernya untuk pos wagub. "Kami mungkin cenderung memilih Agum Gumelar sebagai cagub. Dan sebagai wagub, kami akan memposisikan kader kami. Ada dua nama kandidat wagub yang muncul, Didik J Rachbini dan Jeffry Geovani," kata salah seorang pengurus DPP PAN itu. Mengapa Agum? Agum dinilai cukup populer, lebih populer dibanding Faisal Basri. Agum juga memiliki nafas (baca: pundi-pundi kekayaaan) yang lebih kuat dibanding Faisal. Sebagai catatan, Agum Gumelar bukanlah orang yang mendapat banyak dukungan masyarakat, meski cukup terkenal. Salah satu buktinya, Agum tidak memperoleh suara signifikan saat dipasangan dengan Hamzah Haz dalam pemilihan presiden-wakil presiden 2004 lalu. "Tapi, itu kan pemilihan presiden dan posisi dia sebagai calon wakil presiden, menjadi bayang-bayang Hamzah Haz. Kondisinya sangat lain dengan Pilkada DKI. Saya kira dia akan mendapat suara yang banyak bila menjadi calon gubernur," ujar dia yakin. Siapa pun cagub dan cawagub yang dipilih, PAN tidak akan mudah membawa pasangan itu ke puncak 'pertempuran'. PAN harus bisa menggandeng partai-partai lain untuk berkoalisi, karena PAN tidak mungkin maju sendiri.
(asy/asy)











































