Pemenang Nobel Dirikan Partai
Senin, 12 Feb 2007 01:04 WIB
Dhaka - Kondisi negara yang terbelakang dan terus dilanda konflik politik membuat pemenang Nobel Perdamaian 2006 Muhammad Yunus terusik. Yunus pun mendirikan sebuah partai politik."Saya mengharapkan dukungan kalian untuk mendukung parpol baru ini. Silakan kirim surat atau menghubungiku untuk menyampaikan pendapat dan dukungan. Saya sangat berharap dukungan dan nasehat dari kalian," pesan Yunus pada rakyat Bangladesh sebagaimana dilansir AFP, Minggu (11/2/2007).Yunus mengatakan dirinya siap menghadapi segala risiko yang akan diterimanya pada hari-hari mendatang. Sebab, visinya membantuk parpol baru adalah untuk membangun sebuah pemerintahan dengan sistem politik yang baru."Tujuanku hanyalan membentuk negeri Bangladesh baru, dengan sistem politik yang baru. Saya tidak akan bersekutu dengan para politisi kotor dan korup," kata Yunus. Partai yang dibentuk Yunus nanti akan ambil bagian dalam Pemilu, meski waktu pelaksanaannya belum ditetapkan. Awalnya, pelaksanaan pemilu di Bangladesh dijadwalkan pada Januari 2007 lalu. Namun, akibat kekisruhan politik yang semakin memanas akhirnya dibatalkan.Yunus dan Bank Grameen miliknya memenangkan Nobel Perdamaian 2006. Komite Nobel Norwegia menilai usahanya mempelopori kredit mikro bagi kaum papa sebagai terobosan untuk mengurangi angka kemiskinan di negeri yang dikenal sebagai salah negeri termiskin di Asia tersebut.
(rmd/aba)











































