Pasien Positif Flu Burung di Garut Meninggal Dunia
Minggu, 11 Feb 2007 14:19 WIB
Bandung - Kembali virus H5N1 merenggut korban. Elis (20), warga Garut, yang dinyatakan positif flu burung setelah dua hari dirawat di RSUD garut meninggal dunia, Minggu (11/2/2007) dini hari, pukul 01.00 WIB. Elis terinfeksi H5N1 setelah beberapa unggas tetangganya mati mendadak dalam satu bulan terakhir ini.Menurut Kepala Dinas Kesehatan Jabar Yudi Prayudha, Elis terlambat saat dibawa ke rumah sakit. Saat tiba di rumah sakit, kondisinya sulit bernapas disertai batuk dan terus mengalami demam tinggi."Dan itu sudah dia derita hampir sepekan. Dari hasil PCR, Elis datang dengan pneumonia akut yang menutup hampir seluruh paru-paru," ujar Yudi saat dihubungi via telepon.Elis adalah korban meninggal kedua di RSUD Garut yang dinyatakan positif flu burung sejak Januari 2007. Dalam sebulan terakhir sudah tiga orang dinyatakan positif flu burung. Warga positif lainnya yakni Dase Suhendar (30) dirawat di RS Hasan Sadikin Bandung. Namun kondisi Dase membaik, sehingga dia pulang pada sabtu siang (10/2/2007).Berdasarkan catatan Dinkes Jabar, sejak akhir 2005 hingga 11 Februari 2007, total pasien positif flu burung mencapai 27 orang dengan 23 diantaranya meninggal dunia.Terkait kematian Elis, Kasubdin Penyehatan Hewan Dinas Peternakan Jabar, Nana M Adnan, menyatakan hasil rapid test pada unggas di sekitar rumah Elis di Kampung Harendong, Sindanggalih, Karang Pawitan, Garut, adalah negatif. Namun pihaknya masih memeriksa dengan seksama 6 ekor unggas di Karang Pawitan yang diduga menularkan H5N1 kepada Elis."Kalau memang hasilnya juga negatif, kami tidak bisa memusnahkan. Karena SOP (standard operational procedure)-nya memang begitu, kalau ada yang positif baru bisa dimusnahkan dan diganti rugi. Lagipula penularan H5N1 dari unggas ke manusia kan belum terbukti benar," ujar Nana.
(ern/ana)











































