Manuver Hillary Clinton Masih Kurang Menggigit
Minggu, 11 Feb 2007 07:29 WIB
Berlin - Kompetisi para bakal calon Presiden AS dari Partai Demokrat mulai memanas. Senator Barack Obama mengumumkan pencalonan dirinya di Springfield, Illinois. Sementara Senator Hillary Clinton menggalang massa di Berlin, New Hampshire.Hillary yang selalu memimpin dalam polling-polling mulai menggalang dukungan di negara bagian New Hampshire. Namun sepertinya maneuver pemanasan ini masih kurang menggigit.Seperti dilansir AFP Sabtu 10 Februari 2007 waktu setempat atau Minggu (11/2/2007), Hillary dipertanyakan soal sikapnya sebagai anggota Senat yang mengizinkan Presiden George W Bush menyerbu Irak.Menurut seorang warga Berlin, Roger Tilton (46), masyarakat baru akan mendengarkan Hillary jika dia mengakui bersalah mendukung Bush menyerbu Irak. Hillary hanya mengatakan Bush menyalahgunakan dukungan dirinya soal Irak."Saya inginnya dia berkata bahwa mendukung serangan ke Irak adalah kesalahan," ujar Tilton kecewa.Lebih dari 300 orang berkumpul di Balaikota Berlin untuk menyambut Hillary. Yel-yel pun berkumandang ," Kami mencintaimu, Hillary!". Dengan semboyan "Let the Conversation Begin" (ayo mulai perbincangannya -- red), Hillary dengan percaya diri meladeni setiap pertanyaan."Sebagai presiden, saya akan bernegosiasi dengan musuh-musuh AS. Karena kita tidak bisa membunuh, memenjara, atau menduduki negara yang tidak setuju dengan kita," pungkasnya.Saingannya, Senator Barack Obama, agak berbeda. Barack dari awal memang menolak pengiriman pasukan ke Irak. Meski kurang menggigit, dukungan dari konstituen yang setia sudah mulai mengalir untuk Hillary."Saya sudah lelah dengan perang, Partai Republik, jaminan kesehatan, dan reputasi kita buruk di mana tua. Saya akan pilih Demokrat," cetus Cathy Dowd (54) mantap.
(fay/fay)











































