80% Kucing Tidak Terinfeksi Flu Burung
Sabtu, 10 Feb 2007 00:13 WIB
Roma - Kucing memang dapat terinfeksi virus avian influenza H5N1. Dan berdasarkan temuan yang dilaporkan dari Indonesia pada Januari, menunjukkan 80 persen kucing pada daerah tertular tidak terinfeksi. "Temuan ini cukup mengembirakan karena mengindikasikan kucing cenderung tidak menjadi reservoir bagi penularan virus ini. Kucing lebih cenderung menjadi host terakhir virus H5N1," kata pejabat kesehatan hewan FAO, Peter Roeder, dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (9/2/2007). Roeder mengatakan kucing harus dimonitor secara seksama dalam setiap penularan H5N1."Kematian yang tidak lazim pada kucing patut dicurigai terinfeksi H5N1," terang dia. Penularan pada kucing, lanjut Roeder, dapat menjadi sinyal awal akan adanya virus ini. Oleh karena itu, observasi pada kucing harus menjadi bagian sistem survailan pada daerah-daerah tertular.Sementara itu, asisten Direktur Jendral FAO, Alexander Muller menjelaskan, sejauh ini tidak terdapat bukti ilmiah transmisi virus berkelanjutan antar kucing atau dari kucing ke manusia.Menurut Muller, kucing dapat terinfeksi karena memakan unggas liar atau peliharaan yang tertular dan dapat berkembang menjadi penyakit parah sampai mematikan serta mengeluarkan virus ini dari saluran pernapasan dan pencernaan. Sebagai langkah pencegahan, FAO merekomendasikan di wilayah ditemukannya virus H5N1 pada unggas atau burung liar, kucing harus dipisahkan dari unggas yang tertular sampai wabah berhentiSelain itu, FAO tidak menyetujui pemusnahan kucing sebagai pilihan untuk mengendalikan virus ini. Alasannya tidak ada bukti yang menunjukkan kucing menyebarkan virus secara terus-menerus. "Memusnahkan kucing dapat menimbulkan ledakan populasi hewan pengerat seperti tikus, yang merupakan hama pertanian dan sering menyebarkan penyakit pada manusia," tandas Muller.FAO akan memulai penelitian lapangan di daerah-daerah di pulau Jawa yang sering tertular dan ditemukan adanya kematian pada kucing untuk mengatahui peran kucing dalam penyebaran penyakit.
(mly/mly)











































