Keluarga Korban Peringati 40 Hari Raibnya AdamAir

Keluarga Korban Peringati 40 Hari Raibnya AdamAir

- detikNews
Jumat, 09 Feb 2007 17:04 WIB
Manado - Hari ini, Jumat (9/2/2007), tepat 40 hari hilangnya pesawat AdamAir KI 574 jurusan Surabaya-Manado. Keluarga korban pun memperingati dengan caranya sendiri-sendiri.Ada yang melaksanakan ibadah layaknya peringatan 40 hari meninggalnya seorang kerabat, ada pula yang mewujudkannya dalam bentuk ibadah syukur, karena hingga saat ini tetap meyakini jika keluarganya di pesawat itu masih hidup. Keluarga besar Tumbelaka, akan melaksanakan ibadah 40 hari untuk memperingati "meninggalnya" Daniel Lale dan Nontje Tumbelaka."Meski sampai sekarang kami tidak tahu persis nasib mereka, tapi ibadah ini dilaksanakan saja," ungkap Mike Tumbelaka, adik Nontje sekaligus rekan sekerja Marrie Kaurow (penumpang AdamAir lainnya) di Sekretariat DPRD Sulawesi Utara. Menurut Mike, yang ditemui usai belanja di salah satu pusat perbelanjaan di Manado, ibadah tersebut dilaksanakan di kampung halaman Nontje di Kawangkoan, Kabupaten Minahasa. Selain sanak saudara di kampung, ibadah ini juga akan diikuti kerabat mereka dari Tanah Toraja. Sebab Daniel Lale memang berasal dari daerah tersebut. Felix Wantania, keluarga dari korban bernama Wantania mengatakan, keluarga besarnya melaksanakan ibadah itu di Desa Laikit, Minahasa Utara, pada Sabtu besok pukul 15.00 Wita di salah satu rumah kerabat mereka. Keluarga korban lainnya, Anita Mamesah, menggelar Misa Arwah bagi Benny Santoso, suaminya, dan Christina Santoso, putri bungsunya yang baru berumur lima tahun pada Kamis (8/2/2006). Misa yang digelar di kediaman mereka di kelurahan Wailan dan dipimpin Pastor Jemmy Toreh dari Paroki Maria Ratu Damai Uluindano itu. Dalam acara itu terdapat dua peti "jenazah" tanpa isi.Masih Percaya Korban Selamat Tidak semua keluarga korban menganggap orang-orang yang mereka sayangi meninggal bersama raibnya pesawat naas itu. Beberapa di antaranyaa "menolak" hal tersebut. Seperti yang dilakukan oleh keluarga besar Freddy Sumolang. Minggu (11/2/2007), mereka akan menggelar ibadah syukur di Surabaya. Freddy masih berharap anak, menantu dan 2 cucunya yang berada di dalam pesawat Adamair tersebut bisa ditemukan."Kami tetap menyebutnya ibadah ucapan syukur. Anggap saja ini sebagai berita kehilangan. Sesuatu yang raib kan bisa ketemu, bisa tidak. Tapi, kami sudah pasrahkan semua pada Tuhan," ungkap Freddy yang Sabtu besok bertolak ke Surabaya.Hal yang sama akan dilakukan keluarga besar Junus Tombokan. Keluarga Hari Sudaryono ini memakai istilah "ibadah pengharapan". "Keponakan saya tetap menganggap suaminya masih hidup," papar Junus Tombokan menyitir alasan keponakannya Lineke Tombokan tentang ibadah itu. Sedangkan keluarga R. Parikesit punya cara tersendiri untuk memperingati 40 hari kasus Adamair ini. Keluarga dari korban Ny Limana Sari Dewi ini memasang iklan di sebuah koran lokal. Namun iklan tersebut bukan bertuliskan Peringatan 40 hari kematian tapi Peringatan 40 Hari Atas Hilangnya. Lewat iklan yang menampilkan foto Ny. Limana dalam ukuran setengah badan ini, keluarga yang tinggal di Jalan Santu Joseph, Manado, Sulawesi Utara ini meminta maaf kepada handai tulan dan rekan-rekan Ny. Limana atas kesalahan, kekhilafan yang pernah diperbuat mendiang. (djo/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads