Sekolah Kebanjiran Bakal Terus Jadi Langganan Banjir
Jumat, 09 Feb 2007 16:58 WIB
Jakarta -
Beberapa sekolah 'langganan' banjir di DKI Jakarta, rupanya mau tidak mau terpaksa terus 'berlangganan' banjir. Pemindahanya ke lokasi anti banjir terganjal masalah teknis dan sosial. "Sekolah yang favorit itu jadi rahmat bagi warga sekitarnya, dengan munculnya kos-kosan dan sebagainya. Mungkin sehingga nanti ada resistensi tinggi dari masyarakat," kata Mendiknas Bambang Sudibyo, Jumat (9/2/2007). Bentuk halangan sosial yang ia sampaikan di atas menjawab pertanyaan wartawan sebelum mengikuti rapat kabinet terbatas tentang penangananan banjir wilayah Jabodetabek di Kantor Presiden, Jakarta. Sedangkan dari sisi teknis, kendala utama adalah masalah keterbatasan dana. Seperti diketahui, harga lahan di Ibu Kota kini sudah mencapai pada titik yang bukan kepalang mahal, bahkan bagi Pemprov DKI Jakarta sekalipun. "Pemprov cenderung memilih meninggikan bangunan sekolah. Fasilitas laboratorium dan komputer, tidak lagi diletakkan di lantai satu," sambung Mendiknas. Relokasi dan renovasi sekolah 'langganan' banjir, merupakan saran Depdiknas yang disampaikan pada Pemprov DKI Jakarta untuk meminimalkan kerugian akibat musibah serupa di masa mendatang. Usulan lainnya adalah penggabungan beberapa sekolah dalam satu lokasi. "Kalau yang ini pemprov menerima. Penggabungan akan dilakukan pada SD-SD yang jumlah muridnya kurang dari 100 orang," tambahnya.
(lh/nrl)










































