Maling Rumah Korban Banjir di Cilincing Didor
Jumat, 09 Feb 2007 15:05 WIB
Jakarta - "Aduh...aduuuh...!" Debi Irawan (26) meringis kesakitan kala timah panas menembus kaki kanannya. Pria bertato ini ditembak saat kabur setelah kepergok mencuri di rumah korban banjir. Debi bersama 3 temannya yakni Yusa (23), Stepen (23), dan Suhada (24) mencuri disalah satu rumah korban banjir yang kosong ditinggal penghuninya mengungsi di Gang V Blok R, RT11/RW8, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (9/2/2007) pukul 07.00 WIB.Komplotan spesialis rumah kosong ini nekat masuk ke rumah itu dengan mendongkel engsel pintu. Meski ketinggian air masih sepinggang orang dewasa, Debi Cs sigap menguras harta benda pengungsi banjir."Kami ambil perhiasan seperti kalung, cincin, TV, VCD dan diangkut pake becak biar dikira pengungsi," kata Debi kepada detikcom di RS Koja, Jalan Jampea Raya, Jakarta Utara.Namun beberapa warga memergoki ulah mereka. Warga lantas bergegas melaporkan ke Polsek Metro Cilincing. Mendapat laporan itu, polisi pun datang ke TKP sekitar pukul 07.30 WIB.Dor...! Tembakan peringatan dilepaskan ke udara. Sontak Debi dan 3 temannya terkejut dan berusaha kabur.Debi yang berusaha lari dari kejaran polisi langsung ditembak. "Saya dan Suhada kabur. Tetapi saya tertembak, Suhada kabur. Sedang Yusa dan Stepen menyerahkan diri," ujar pria berambut cepak ini.Setelah mendapat perawatan, Debi, Yusa dan Stepen digelandang ke Polsek Metro Cilincing, Jalan Sungai Landak VII, Cilincing.Kanit Reskrim Iptu Sutikno mengaku Dbi Cs telah menjadi target sasaran."Mereka sudah spesialis rumah kosong. Tidak hanya ini, pas musim mudik rumah kosong, mereka beraksi. Baru kali ini kami bisa membekuk," kata Sutikno.
(aan/nrl)











































