PLN Bisa Makin Byar Pet

PLN Bisa Makin Byar Pet

- detikNews
Rabu, 07 Feb 2007 20:09 WIB
Jakarta - Pemadaman listrik kerap terjadi di saat PLN terhambat pasokan BBM. PLN pun berencana membeli bahan bakar minyak sebesar satu juta barel dari luar Pertamina untuk kebutuhan pembangkitnya. Ancaman pemadaman listrik PLN akan makin serius.Pasalnya kehandalan pasokan dari para trader non Pertamina belum terbukti. Selain itu, juga sebagai sesama BUMN seharusnya saling bersinergi dalam memajukan bisnis energi. "Terpenting dalam bisnis BBM adanya patokan harga yang sesuai dengan mekanisme pasar, sehingga kedua BUMN tersebut sama-sama tidak dirugikan," kata anggota DPR Ramson Siagian, Rabu (7/2/2007). Menurutnya, PLN yang hingga kini masih disubsidi pemerintah sebaiknya jangan menghamburkan anggaran. Karena sebagai BUMN yang memiliki visi saling memperkuat sesama BUMN dalam mengembangkan bisnis energi harus tetap dijaga. "Saya tidak setuju, bila ini tetap terjadi (PLN tetap membeli BBM di luar Pertamina-red) ini kelemahan Menneg BUMN dalam menjaga visi BUMN. Bagaimanapun Pertamina menyumbang 50 persen dividen dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP)," katanya.Sebelumnya, PLN telah melakukan tender untuk pembelian BBM sebesar satu juta barel untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar pembangkitnya di Indonesia . Bahkan sejumlah perusahaan minyak asing yang memiliki storage dan kilang di Singapura telah ikut serta dalam tender tersebut. Sementara itu, Pertamina yang memiliki tugas mendistribusikan BBM hingga ke pelosok daerah di Indonesia dengan harga yang sama dan merata harus bersaing dengan perusahaan minyak asing yang hanya berkonsentrasi menjual produknya tanpa ada beban seperti yang alami Pertamina. Menurut Kurtubi pengamat migas, keinginan PLN mencari supply BBM diluar Pertamina sebagai fenomena baru dalam pengelolaan migas. Namun demikian sangat mustahil bila PLN mencari pemasuk BBM dari luar Pertamina karena kehandalan jaminan pasokan BBM ke PLN belum teruji. Sedangkan Pertamina sudah bertahun-tahun kehandalannya sudah teruji. Bukan itu saja untuk masalah pembayaran pun PLN harus tepat waktu. "Selama ini bila PLN tidak mampu membayar ke Pertamina bisa diselesaikan antar sesama BUMN. Tapi kalau itu menyangkut pemasok diluar Pertamina, sudah dipastikan PLN harus membayar denda," jelas Kurtubi. (mar/mar)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads