Pemprov DKI Kurang Maut Rayu Investor Tangani Banjir
Jumat, 09 Feb 2007 13:20 WIB
Jakarta - Proyek Banjir Kanal Timur (BKT) kurang menarik hati investor karena dianggap tidak komersil. Pemprov DKI Jakarta pun dinilai lemah memberikan tekanan dalam penanganan banjir."Kami tidak mendapat dukungan dari investor. Investor tidak ada yang tertarik. Memang kami tidak bisa melakukan tekanan karena kemampuan terbatas, baik secara dana, maupun SDM," kata Wakil Kepala PU Pemprov DKI Jakarta Budi Widiantorousai diskusi penanganan banjir di DPD, Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (9/2/2007).Meurut dia, salah satu jalan keluar penanganan banjir adalah pembangunan rumah susun. "Tetapi ini juga ada kendala, kita tidak bisa begitu saja memaksa orang pindah. Jadi ada beberapa masalah yang berkaitan dengan HAM," ujarnya.Budi mengatakan akan memprioritaskan perbaikan jalan yang rusak, proyek BKT yang ditargetkan selesai tahun 2007 dan memperluas dan pembangunan waduk baru.Lebih lanjut Budi menuturkan, sampah yang menggunung juga menjadi kendala banjir. "Tiap hari ada 6.500 tong sampah di Jakarta dan 30 persen tidak tertampung di tempat pembuangan akhir. Ini berarti pasca banjir sampah bisa menumpuk. Tetapi saya tidak tahu berapa ketinggian sampah pasca banjir," terang dia.
(aan/nrl)











































