Tokoh Agama Islam Dukung KB
Jumat, 09 Feb 2007 12:17 WIB
Jakarta - Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyangkal program KB-nya ditolak sejumlah tokoh agama Islam. Kedatangan tokoh NU menunjukkan revitalisasi KB mendapat dukungan penuh.Hal itu disampaikan Kepala BKKBN Sugiri Syarif dalam jumpa pers bersama Sekjen Depag Bahrul Hidayat dan ulama PBNU Rozy Munir di Gedung Pusat BKKBN, Jalan Permata, Halim Perdanakusumah, Jakarta, Jumat (9/2/2007)."Secara umum tidak ada penolakan dari tokoh agama. Ya memang ada tokoh agama yang sangat ekstrim dan fundamentalis, tapi secara umum tidak ada penolakan," kata Sugiri.Pihaknya, imbuh Sugiri, justru akan menjalin kerjasama dengan tokoh-tokoh agama, sehingga program KB bisa disosialisasikan secara strategis.Di lain pihak, Bahrul Hidayat dan Rozy Munir mendukung apa yang tengah dilakukan BKKBN. "Banyak yang akan kita lakukan. Kami juga sebenarnya punya program serupa yang sinergi dengan program BKKBN, yakni keluarga sakinah. Itu kata lain dari keluarga sederhana yang berkualitas," beber Bahrul. Depag, imbuh dia, juga punya lini sampai kecamatan yang bisa dijadikan medium bersama dengan BKKBN.Sedangkan Rozy Munir menegaskan, kendala KB justru ada di masyarakat bawah. Umumnya di pesantren-pesantren."Tidak mudah memberi penjelasan pada mereka. Contohnya, sosialisasi pemakaian kontrasepsi," kata dia. Untuk menjembatani hal tersebut, tokoh-tokoh Islam moderat telah melakukan diskusi dengan majelis ulama. "Dan majelis membolehkan KB tapi dengan syarat-syarat tertentu. Salah satunya, larangan aborsi," kata dia.Rozy mendukung revitalisasi KB yang digelar BKKBN, yakni menjalani kemitraan dengan tokoh-tokoh agama. "Program KB bukan pembatasan anak, tapi pengaturan seperti pengaturan usia kawin dan sebagainya. Dalam hal ini PBNU sangat mendukung," tegasnya.Usai jumpa pers ditandatangani MoU antara BKKBN dengan Depag, bahwa kedua belah pihak akan menyukseskan revitalisasi program KB nasional.
(umi/nrl)











































