Dino Patti Djalal Cerdas dan Kisah Telat Hingga Nasi Goreng

Dino Patti Djalal Cerdas dan Kisah Telat Hingga Nasi Goreng

- detikNews
Jumat, 09 Feb 2007 11:21 WIB
Dino Patti Djalal Cerdas dan Kisah Telat Hingga Nasi Goreng
Jakarta - Sebagai diplomat, Dino Patti Djalal tergolong memiliki kualitas di atas rata-rata. Usia masih muda dan cerdas. Sebagai Juru bicara Presiden SBY, ia juga enak diajak bicara. Siapa tahu, di balik itu semua, dia kerap kesandung soal sepele: dari ketinggalan pesawat sampai soal nasi goreng.Di tengah cuaca dingin Jakarta, hari-hari ini Dino sedang menjadi pembicaraan hangat. Doktor di bidang Hubungan Internasional di London School for Economic Social Science, Inggris itu dikabarkan sedang diistirahatkan SBY. Kata halusnya, Dino sedang disetrap. SBY sepertinya sedang ngambek terhadap Dino.Indikasinya dengan gamblang bisa dibaca orang. Saat SBY menerima Ratu Sofia dari Spanyol, Rabu (7/2/2007) Dino tidak mendampingi SBY. Begitu pula ketika Presiden Konfederasi Swiss Micheline Calmy-Rey bertandang ke kantor SBY, Dino absen.Puncaknya, dalam jamuan santap malam kenegaraan untuk Presiden Swiss di Istana Negara, Kamis (8/2/2007) malam, nama Dino juga tidak ada di dalam daftar yang hadir. Padahal, hampir semua staf khusus Presiden SBY, nampak hadir.Semua itu bisa dibaca sebagai ketidaklaziman. Selama ini, di setiap kehadiran tamu dari negara lain, mantan Direktur Urusan Amerika Utara dan Amerika Tengah Departemen Luar Negeri itu selalu memiliki peranan penting. Ibarat perangko, Dino senantiasa lengket dengan Presiden SBY."Saya masih staf khusus dan juru bicara Presiden," kata Dino. "Sejauh ini belum ada surat pemberhentian atau pun pengembalian diri saya ke Deplu," tambahnya kepada detikcom, Kamis (8/2/2007).Dino memang benar. Hanya saja, bahwa Presiden SBY sedang ngambek dengan dirinya, nampaknya tak bisa ditutupi. Fakta-fakta di atas tadi terlalu gamblang untuk ditafsirkan.Apa penyebabnya? Dino menggalang dana untuk membantu korban banjir bersama tetangganya yang orang asing? Orang di seputaran SBY menyanggah. Kabarnya, Dino tersandung banyak soal yang menumpuk. Ibarat bom waktu, kemarahan SBY akhirnya meledak juga sekarang ini.Salah satu contoh, ketika Presiden SBY melakukan lawatan ke Cina akhir November 2006 lalu. Dino bersama sejumlah orang, termasuk Staf Khusus Presiden Yenni Gus Dur, ketinggalan pesawat kepresidenan dalam perjalanan dari Kota Guilin menuju Nanning. Dino tiba di bandara ketika pesawat menjelang take off.Dino dan Yenni pun terpaksa harus menggunakan jalur darat menuju Nanning, yang ditempuh selama 4 jam. Padahal, di Nanning, Presiden SBY sedang bersiap mengikuti peringatan 15 tahun kerja sama Cina-Asean. Beruntung, Dino bisa tiba di Nanning, sebelum Presiden SBY menggelar pertemuan-pertemuan penting. Di Vietnam, lagi-lagi kisah Dino ketinggalan rombongan presiden terjadi. Padahal, saat itu, dia menjadi interpreter Presiden SBY dalam acara KTT Asean. Interpreter seharusnya masuk ke ruangan sebelum kepala negara. Tapi, gara-gara Dino terlambat, akhirnya tidak ada interpeter/notetaker bagi Presiden SBY.Belum lagi kisah tak sedap yang hinggap di balik pencalonan SBY sebagai nominator peraih hadiah Nobel Perdamaian. Oh ya, Dino dikabarkan juga pernah tidak membuat bahan pidato saat SBY menghadiri peluncuran buku Stephen R Covey yang digelar Kelompok Kompas Gramedia. Padahal, Presiden SBY sudah memberikan materi - materi pidatonya itu kepada Dino. Materi itu belakangan disebutkan terselip entah di mana, alias hilang. Nah, pemicu meledaknya amarah Presiden SBY justru pada kejadian yang terlihat sepele. Sepele bagi kita, mungkin tidak bagi SBY. Ini terjadi ketika SBY bertandang ke lokasi banjir di Kampung Melayu pada Jumat (2/2/2007) lalu.Saat Presiden SBY nyemplung ke genangan air setinggi lutut, lalu berbicara dengan para korban banjir, eh..Dino dikabarkan malah memesan nasi goreng di sebuah warung. Orang di sekitar SBY dibuatnya geleng-geleng kepala.Kisah nasi goreng Dino itu mampir juga ke telinga Presiden SBY. Alhasil, Dino pun disetrap. Dalam bahasa Andi Mallarangeng, "Dino sedang mendapat tugas khusus."Akankah peran Dino bakal dipulihkan oleh SBY? Bisa ya bisa juga tidak. Yang pasti, semua kisah sandungan yang dijalani Dino bisa menjadi bahan untuk bercermin. Siapa tahu, maaf akan diberikan oleh SBY. Siapa tahu! (nrl/bdi)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait