Pemprov DKI Babak Belur Hadapi Sampah Pascabanjir
Jumat, 09 Feb 2007 08:19 WIB
Jakarta - Volume sampah pascabanjir meningkat pesat hingga 6 kali lipat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun mengaku kewalahan menghadapi sampah ini."Kita sudah babak belur. Belum sampai 1 jam kita angkat, sudah numpuk lagi. Itu pun di daerah lain masih banyak yang perlu diangkut," kata Kepala Dinas Kebersihan Pemprov DKI Jakarta Eko Baruna saat dihubungi detikcom, Jumat (9/2/2007).Eko menjelaskan, dalam masa normal, sampah yang diangkut perhari mencapai 350 m3. "Kini kita harus menghadapi sampah yang mencapai 2 ribu m3," ujarnya.Menurutnya, sampah yang timbul pasca banjir ini bukan sampah yang biasa dihadapi. Puing-puing rumah, kasur, dan perabotan rumah menjadi penghambat terangkutnya sampah-sampah dengan cepat."Jika sampah biasa, kita bisa langsung angkut banyak, kini tidak. Karena bahan-bahan itu memakan banyak tempat di truk sampah," tuturnya.Eko menjelaskan, setelah diangkat dari lokasi, sampah pascabanjir kemudian dibuang di sejumlah titik di Jakarta, seperti di Sunter, Duri Kepa, dan Pulo Gebang.
(ary/ary)











































