Penumpang Hanya Segelintir, KA Anggrek Bromo Batal Berangkat
Kamis, 08 Feb 2007 21:28 WIB
Jakarta -
Banjir yang melanda Jakarta benar-benar membuat PT Kereta Api (KA) merugi. Bagaimana tidak! Selain sejumlah infrastruktur KA rusak, penumpangnya juga turun drastis. Pengguna jasa KA dalam posisi titik terendah. Penurunan penumpang masih terjadi hingga hari ini, Kamis (8/2/2007). Seperti yang terjadi pada KA Anggrek Bromo jurusan Jakarta-Surabaya. KA kelas argo ini yang seharusnya diberangkatkan pukul 21.00 WIB dari Stasiun Gambir ini, hanya berpenumpang 22 orang, atau hanya terisi setengah gerbong. Dengan penumpang yang hanya segelintir ini, jelas PT KA tidak berani memberangkatkan KA Anggrek Bromo. Bila dipaksakan berangkat, maka kerugian PT KA akan semakin besar. Karena itu, PT KA menyatukan penumpang dua KA menjadi satu KA, dengan tujuan yang sama. Penumpang KA Anggrek Bromo pun disatukan dengan KA Sembrani yang berkelas lebih rendah. "Penumpangnya sepi, hanya 22 orang. Jadi, KA Bromo Anggrek dibatalkan dan penumpangnya dipindah ke KA Sembrani. Selisih tiket dikembalikan ke penumpang," kata Kepala Humas Daop I Ahmad Sujadi saat dihubungi detikcom, Kamis (8/2/2007) malam. KA Sembrani jurusan Jakarta-Surabaya berdasarkan jadwal diberangkatkan dari Stasiun Gambir pukul 19.00 WIB. Dengan penggabungan dua KA menjadi satu KA ini, kata Sujadi, paling-paling penumpangnya juga hanya ada satu gerbong. Menurut Sujadi, jumlah penumpang KA mengalami penurunan drastis sejak banjir mulai melanda Jakarta. Karena itu, PT KA pun menggabungkan penumpang satu dengan KA lain yang memiliki jurusan sama. Sebagai misal, penumpang KA Taksaka dipindah ke KA Dwipangga atau KA Argolawu dan KA Senja Utama Yogya dipindah ke Senja Utama Solo. Terhadap perpindahan penumpang terhadap KA yang bukan menjadi pilihannya itu, kata Sujadi, para penumpang pun mafhum. "Hingga sejauh ini, para penumpang mengerti dengan kebijakan kita. Tidak ada yang protes," jelas Sujadi. Sementara itu, Anis, salah seorang penumpang KA Anggrek Bromo mengaku terkejut saat dipindah ke KA Sembrani. "Saya tidak mendapat penjelasan apa-apa dan tiba-tiba saya dikasih uang Rp 40 ribu sebagai uang selisih tiket," kata Anis, warga asli Surabaya yang sudah lama tinggal di Jakarta ini.
(asy/asy)










































