Selama Banjir, Peti Kemas yang Terlayani di Priok Turun 60%
Kamis, 08 Feb 2007 20:23 WIB
Jakarta -
Jumlah peti kemas yang terlayani di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara selama banjir melanda DKI Jakarta turun hingga 60%. Penurunan tersebut akibat tertutupnya akses jalan masuk maupun keluar Pelabuhan Tanjung Priok."Penurunan cukup tajam terjadi pada hari ketiga dan keempat banjir (Senin dan Selasa). Dari yang rata-rata perhari 8 ribu peti kemas, menjadi sekitar 2.700 peti kemas," kata Menhub Hatta Rajasa di gedung Dephub, Jl. Medan Merdeka Barat, Kamis (8/2/2007), seusai mengunjungi Pelabuhan Tanjung Priok. Akses jalan yang paling parah, menurut Hatta, adalah jalur Cakung-Cilincing, Jakarta Utara. Jalur tersebut terendam hingga sepinggang orang dewasa. Pelabuhan Tanjung Priok sendiri tidak tergenang banjir. Untuk mengatasi hal tersebut terulang, Menhub mengajukan dua prioritas. Pertama, perbaikan jalan akses yang akan didanai oleh JIBC (Japan International Bank Corporation) senilai Rp 2 triliun, yang akan dilaksanakan oleh Departemen Pekerjaan Umum. Kedua, membuka akses kereta api untuk mengangkut peti kemas sebagai sarana transportasi alternatif. Untuk akses kereta api, izin penggunaan lahan (untuk rel) masih belum turun, karena harus dikoordinasikan dulu dengan Menneg BUMN. Bila hal tersebut selesai, maka kereta api bisa sebagai alternatif angkutan peti kemas."Yang penting penataan lagi akses-aksesnya, sehingga tidak betul kalau terjadi stagnasi di pelabuhan," tutur Hatta. Sekarang, kondisi terminal peti kemas mulai pulih hampir 80%. Jumlah peti kemas yang terlayani sudah mencapai 5.941 peti kemas, mendekati normal 8.000 peti kemas. Sementara itu, menurut Kahumas Pelindo II, Hendra Budhi, akses jalan ke pelabuhan yang terputus, antara lain Cakung, Plumpang, Cikarang, dan Jababeka. Jumlah truk peti kemas yang masuk ke pelabuhan juga turun selama musim banjir. Dari rata-rata per hari 3 ribu hingga 4 ribu truk, saat banjir hanya 2 ribu truk.
(nwk/asy)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































