Pasjir Lahir di Kala Banjir

Pasjir Lahir di Kala Banjir

- detikNews
Kamis, 08 Feb 2007 19:46 WIB
Jakarta - Membesarkan bayi yang baru lahir empat hari di kamp pengungsian mungkin tidak pernah dibayangkan Darmiyati (37), warga Kampung Sepat Malaka RT 3/5, Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara.Darmiyati telah memilih nama untuk bayi yang dilahirkan 4 Februari lalu dengan nama yang indah nan lucu. Chairani Pasjir Berutu. Begitu nama bayu Darmiyati. Nama Pasjir sengaja dipilih, karena bayinya dilahirkan 'pas waktu banjir'. "Waktu akan melahirkan, rumah saya kebanjiran hingga sedada. Untung ada yang nolongin saya membawa ke rumah sakit," tutur Darmiyati di samping anak perempuannya itu, Kamis (8/2/2007).Bersama bayi mungilnya, hingga kini, ia menghuni kamp pengungsian di gudang kontainer milik PT BCC, bersama ratusan pengungsi lainnya. Pasjir masih terlihat lemah, meski belum mendapat serangan sakit apa pun. Darmiyati mengeluhkan minimnya pasokan susu bagi anaknya yang mulai menipis. "Kalau susu sudah mau habis. Tinggal sekardus ukuran 200 ml. Untung masih sehat, belum sakit," kata perempuan asli Kebumen itu.Sebelumnya, Darmiyati sempat melahirkan di rumah sakit terdekat, RS Yakri, Semper, Jakarta Utara. Namun karena keterbatasan biaya, ia terpaksa membawa bayi yang masih merah itu ke kamp pengungsian tersebut. "Gimana lagi, ongkos sudah habis. Sedangkan penghasilan pas-pasan. Ya terpaksa ke sini," terang Darmiyati lugas.Kelahiran Chairani Pasjir seperti penanda zaman. Empat tahun sebelumnya, ia melahirkan bayi lelaki yang diberi nama Saddam Husein. Bayi laki-lakinya diberi nama Saddam Husein, karena pada saat itu, Presiden Amerika Serikat George Walker Bush tengah menyerbu Irak. (Ari/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads