Dino Tak Sekadar Jubir Presiden
Kamis, 08 Feb 2007 19:23 WIB
Jakarta - Di luar tugasnya sebagai juru bicara kepresidenan urusan luar negeri, Dino Patti Djalal, punya peran lain. Dia diketahui aktif sebagai pelobi yang handal bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di luar negeri. Hasilnya signifikan. Tak bisa dipungkiri bahwa kepopuleran Presiden SBY di kalangan internasional, tidak lepas dari sepak terjang Dino mendayagunakan network-nya untuk mengadakan pendekatan dengan berbagai institusi di luar negeri. Paling fenomenal adalah ketika Presiden SBY dinobatkan kandidat penerima hadiah Nobel Perdamaian 2006 atas perannya dalam perdamaian Aceh. Sebelumnya, SBY pada awal 2005 dinobatkan sebagai salah satu dari 20 tokoh Asia paling penting dan berpengaruh oleh majalah Newsweek Jauh sebelum bertugas di Kantor Kepresidenan RI sendiri, Dino juga pernah masuk dalam daftar tokoh muda berprestasi Asia yang diramal bakal menjadi 'rising star'. Andi Mallarangeng yang ketika itu masih aktif sebagai pengamat politik juga masuk dalam daftar yang disusun majalah Asiaweek terbitan Hong Kong itu. Dino masuk dalam squad SBY hanya selang beberapa hari sebelum hasil resmi Pilpres 2004 diumumkan. Ia 'dibawa' Menlu Hassan Wirajuda yang merupakan satu dari tiga menteri era Megawati yang diundang ke Cikeas untuk 'audisi' calon anggota kabinet SBY-JK. Selama tiga tahun bertugas di Istana Kepresidenan, sedikitnya tiga kali Dino 'digoyang' isu tak sedap. Tidak berapa lama setelah pelantikan SBY-JK, isu hubungan gelapnya dengan seorang biduan dangdut ketika masih bertugas sebagai diplomat sempat bertiup. Disusul kemudian isu bila Dino mengutip 'pungli' bagi pengusaha asing yang ingin bertemu dengan Presiden SBY. Paling mencuat ke permukaan adalah kasus suap berupa sedan mewah Jaguar dari seorang pengusaha media massa nasional.
(lh/asy)











































