Pakar Bicara Pentingnya Integritas Terkait Seleksi Calon Anggota BPK

Pakar Bicara Pentingnya Integritas Terkait Seleksi Calon Anggota BPK

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 21 Jun 2024 01:26 WIB
Ray Rangkuti
Foto: Ray Rangkuti (Ari Saputra)
Jakarta -

DPR RI mulai melakukan proses seleksi calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) periode 2024-2029. Pakar politik dan kebijakan publik Ray Rangkuti punya pandangan terkait seleksi calon anggota BPK tersebut.

Sebagai informasi, proses pengisian lima calon anggota BPK sudah dibuka sejak Rabu (19/6) yang lalu. Sementara itu, proses pendaftaran sudah dimulai sejak 20 Juni kemarin hingga 4 Juli 2024 mendatang atau selama dua pekan.

Ray Rangkuti awalnya bicara terkait BPK yang punya peran penting dalam menghitung angka kerugian negara di kasus korupsi. Menurutnya, sangat mungkin ada kelompok berkepentingan yang menyusupkan calon ke lembaga yang wewenang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kan, tindak pidana korupsi itu jejaring, yang istilahnya kita sebut sebagai berjemaah. Dia bisa merangsek ke semua sektor yang berhubungan dengan pengendalian keuangan negara, salah satunya ialah BPK," ujar Ray dalam keterangannya, Jumat (21/6/2024).

Pendiri Lingkar Madani (LIMA) Indonesia itu mencontohkan korupsi proyek base transceiver station (BTS) jaringan 4G. Korupsi yang merugikan keuangan negara lebih dari Rp 8 triliun tersebut juga menyisakan kasus suap kepada mantan anggota BPK Achsanul Qosasi.

ADVERTISEMENT

Dia pun menilai ada kemungkinan 'pemain' BTS mencoba memasukkan pihak-pihaknya dalam seleksi calon anggota BPK. "Karena kasus BTS itu begitu begitu besar, bisa saja ada yang berkepentingan agar anggota BPK dapat dikendalikan oleh mafia ini, sehingga tidak membongkarnya," imbuhnya.

Oleh karena itu, Ray meminta panitia seleksi (pansel) calon anggota BPK bentukan Komisi XI DPR mencari berbagai informasi tentang kandidat yang mendaftar. Menurutnya, pansel harus berani bertindak tegas dalam menyeleksi calon yang diduga bermasalah.

"Yang paling penting itu panselnya juga jangan ragu-ragu, kalau sudah mendengar ada informasi tentang sesuatu yang tentu negatif (mengenai calon), enggak perlu ragu-ragu untuk mencoretnya. Begitu," ujar dia.

Ray menegaskan integritas kandidat harus diutamakan. "Integritas itu yang mencakup semuanya, bahwa yang bersangkutan (peserta seleksi) itu tidak sedang mengemban kepentingan, mungkin dekat kelompok oligarki, atau sebagainya gitu. Nah, itu yang mereka (pansel) saring, pastikan bahwa orang-orang ini enggak akan menimbulkan masalah," katanya.

(maa/maa)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads