Selamat dan Harapan Disampaikan kepada Irwandi-Nazar
Kamis, 08 Feb 2007 16:21 WIB
Banda Aceh - Sejumlah petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menghadiri pelantikan Irwandi Yusuf dan M Nazar selaku Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Mereka mengucapkan selamat pada pasangan ini."Ya, selamat menjalankan tugas," kata tokoh yang selama ini dikenal sebagai PM GAM, Malik Mahmud, saat ditanya komentarnya mengenai pelantikan Irwandi dan Nazar di Gedung DPRD NAD Kamis (8/2/2007). Namun ketika ditanya lebih lanjut, Malik tak bersedia berkomentar. Dengan terburu-buru, petingi GAM yang datang dari Swedia ini meninggalkan gedung DPRD NAD yang masih hiruk pikuk.Pelantikan kali ini memang berbeda dari pelantikan gubernur NAD sebelumnya. Kali ini acara dihadiri banyak orang-orang GAM yang kini bernaung di bawah Komite Peralihan Aceh (KPA). Mereka duduk di antara para undangan. Mereka hadir karena pasangan ini yang naik dari jalur perseorangan ini merupakan orang-orang yang dekat dengan GAM. Irwandi Yusuf selama ini dikenal sebagai salah satu juru runding GAM dalam Perjanjian Helsinki. Sementara, Nazar merupakan ketua presidium Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA), organisasi yang dekat dengan GAM. Selain Malik Mahmud, terlihat juga hadir, Mantan Panglima GAM, Muzakkir Manaf, mantan juru runding GAM semasa CoHA, Muhammad Usman Lampoh Awe, Nasiruddin bin Ahmed dan sejumlah petinggi GAM lainnya. Mereka duduk berdampingan dengan para tamu lainnya, saling berbaur. Suasana seperti ini memang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Tapi peristiwa tsunami yang berbuntut ditandatanganinya perjanjian Helsinki membawa arus rekonsiliasi antara pemerintah Indonesia dan GAM. Inilah awal mula tonggak sejarah baru dalam perdamaian di Aceh. Dimana kemudian Pilkada dapat digelar setelah beberapa kali tertunda. Lewat Pilkada, Irwandi dan Nazar kemudian meraih suara terbanyak. "Saya berharap, agar mereka dapat menjalankan amanah rakyat," ucap Muzakkir Manaf.Perbedaan lainnya yang juga mencolok adalah membludaknya undangan yang datang. Bahkan karena kapasitas gedung tak memadai, terpaksa dibuat sejumlah tenda di halaman samping gedung DPRD NAD. Sementara itu, ratusan warga masyarkat juga banyak yang menanti di luar pagar. Mereka umumnya pendukung Irwandi-Nazar yagn datang dari berbagai daerah di Aceh.
(ray/djo)











































