Tentara Israel-Libanon Baku Tembak
Kamis, 08 Feb 2007 14:43 WIB
Naqqura - Gencatan senjata sejak Oktober 2006 yang berlangsung lancar, kini ternoda. Tentara Israel-Libanon saling memuntahkan peluru di perbatasan Libanon.Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden yang baru pertama kali terjadi sejak gencatan senjata diberlakukan. Demikian dilaporkan AFP, Kamis (8/2/2007).Insiden terjadi pada Rabu malam. Kedua belah pihak sama-sama menyatakan tentara Libanon yang lebih dulu menembaki pasukan Israel. Namun tentara Libanon beralasan penembakan dilakukan karena tank Israel bergerak mendekati perbatasan.Sementara United Nations Force in Lebanon (UNIFIL) menyebut insiden itu sebagai peristiwa serius. Pasukan perdamaian PBB ini pun segera diterjunkan ke lokasi."Dalam insiden serius pada Rabu malam, pasukan Israel dan Libanon baku tembak di garis biru di wilayah Maroun ar Ras," kata jubir UNIFIL Milos Strugar.Baku tembak, lanjut dia, merupakan inisiatif tentara Libanon setelah tank Israel melintasi pagar teknis dalam upaya membersihkan area antara pagar teknis dengan garis biru dari ranjau."Komandan pasukan UNIFIL Mayor Jenderal Claudio Graziano telah mengontak kedua belah pihak untuk meminta mereka segera menghentikan permusuhan. Sekitar pukul 23.30 baku tembak berhenti. Pasukan UNIFIL kemudian ditempatkan di sana," tutur Strugar.Ada 850 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ikut bergabung dalam UNIFIL, yakni Pasukan Garuda XXXIII. Belum diketahui apakah ada yang ikut ditempatkan di perbatasan pascainsiden baku tembak tersebut.
(sss/nrl)











































