Warga Kalideres Rindukan Busway

Warga Kalideres Rindukan Busway

- detikNews
Kamis, 08 Feb 2007 12:42 WIB
Jakarta - Telah sepekan sejak tergenangnya Jalan Daan Mogot Jakarta Barat, busway koridor III Kalideres-Harmoni berhenti beroperasi. Sampai Kamis (8/2/2007) ini pun bus Transjakarta ini belum juga beroperasi. Warga pun mulai merindukannya.Amie, warga Kalideres, Jakarta Barat, mengeluhkan tidak beroperasinya busway sejak 2 Februari lalu. Dia kecewa kenapa bus-bus lain mulai Rabu kemarin sudah berani menerjang banjir namun busway belum berani melewatinya. "Padahal kan struktur busnya lebih tinggi dari Patas. Mestinya berani melewati banjir," keluh Amie yang mengaku setia menggunakan moda angkutan massal ini.Gara-gara busway berhenti beroperasi, Amie harus merogoh koceknya lebih dalam lagi. Dalam sehari, dia mengeluarkan Rp 20 ribu untuk pulang pergi dari rumah ke kantor. Soalnya dia harus naik Kopaja yang tarif normalnya Rp 2.000 menjadi Rp 5.000 sekali jalan. "Itu karena dia (Kopaja) tidak lewat Daan Mogot tapi lewat tol Bandara sehingga beban tol diserahkan kepada penumpang. Itu saja Kopajanya tidak sampai kantor, tapi justru sampai Grogol," tutur Amie.Akhirnya dia harus mengeluarkan uang lagi untuk naik kendaraan umum hingga sampai ke kantornya di gedung Indosat yang terletak di Jalan Daan Mogot juga. "Ya sekali pulang pergi harus siap Rp 20 ribu. Padahal kalau ada busway paling hanya keluar Rp 7.000 sehari," terangnya.Senada dengan Amie, Kukuh warga Cengkareng, juga harus mengeluarkan uang lebih untuk bisa sampai ke kantornya di kawasan Sudirman. "Sehari buat sampai ke kantor saya bisa mengeluarkan uang Rp 25 ribu. Itu juga udah gonta-ganti naik mobil," keluh Kukuh.Dia heran kenapa busway tidak berani beroperasi padahal banjir di Daan Mogot telah surut. Bus-bus lainnya juga sudah berani melewatinya. "Saya sangat merindukan busway, selain aman, busway masih terhitung nyaman dan murah," ucap pegawai bank ini. (mar/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads