Ratusan Peluru di Dasar Laut NTT Diduga Milik Teroris
Kamis, 08 Feb 2007 12:31 WIB
Kupang - Penemuan ratusan peluru di dasar laut NTT oleh nelayan diduga milik teroris atau warga sipil bersenjata. Polisi pun mencari tahu siapa pemilik sebenarnya barang-barang berbahaya itu."Ada indikasi itu milik teroris atau warga sipil bersenjata, karena kepolisian tidak pernah kehilangan amunisi," kata Kapolda NTT Brigjen Pol Robert B Sadarum di Mapolda NTT, Jl Soeharto, Kupang, Kamis (8/2/2007).Dituturkan dia, penemuan tersebut merupakan yang terbanyak. Kepolisian akan memperketat pengamanan di seluruh perairan dan darat NTT, serta melakukan penyelidikan secara intensif untuk mencari tahu siapa pemiliknya.Penemuan berupa 100 butir peluru P.M.MEBSEN kaliber 5.4 milimeter, 6 magazin, 83 butir peluru MK 3 kaliber 61 milimeter, 13 butir peluru FN, 5 detonator, 278 butir peluru SKS kaliber 5.56 milimeter, dan 14 butir peluru cis.Barang-barang tersebut ada di dalam botol air mineral yang dimasukkan ke dalam karung beras cap Bengawan, dan berada di dasar laut dengan kedalaman sekitar 11 meter."Semua barang tersebut masih aktif, diduga baru disimpan belum sampai sebulan karena kondisinya masih bagus dan belum karatan," kata Robert.Hingga pukul 13.00 Wita, polisi dan nelayan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan untuk mencari benda-benda berbahaya lainnya.Ratusan amunisi itu ditemukan oleh dua nelayan warga Desa Bolok, Kupang, NTT, yang sedang menyelam untuk mencari lobster. Pantai Bolok berada sekitar 10 km dari arah barat kota Kupang.
(sss/nrl)











































